Minggu, 18 November 2018

Demokrat Sebut Kubu Jokowi Catut Nama Soekarwo dan Wahidin Halim

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan kubu pendukung calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mencatut nama Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Kedua nama tersebut sebelumnya disebut akan masuk dalam timses Jokowi.

    Baca: Soekarwo Bantah Jadi Pengurus Tim Pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin

    "Wahidin Halim sudah membantah dan menyatakan tidak. Namanya dicatut sama seperti Pakde Karwo juga dicatut," ujar Ferdinand saat dihubungi Tempo pada Selasa, 11 September 2018.

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional kubu Jokowi, Abdul Kadir Karding, sebelumnya memastikan Wahidin Halim yang juga merupakan kader Demokrat, merapat ke kubu Jokowi. "Kalau Pak Wahidin, secara informal sudah menyampaikan dukungan kepada Pak Jokowi di Pilpres 2019," ujar Karding di kantor pusat tim kampanye kubu Jokowi, Kebon Sirih, Jakarta, Senin, 10 September 2018.

    Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni juga mengatakan, Wahidin bisa saja masuk dalam struktur pengurus TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) atau menjadi Dewan Pembina di tim kampanye daerah atau TKD. "Kalau di TKN, kepala daerah itu posisinya sebagai pengarah teritorial. Pokoknya yang pasti akan kita tempatkan di posisi yang vital," ujar Antoni di lokasi yang sama.

    Sementara terkait dukungan Soekarwo, Antoni mengatakan, koalisinya akan segera mendapat kepastian ihwal keputusan Gubernur Jawa Timur Soekarwo merapat ke kubu Jokowi di pemilihan presiden 2019. "Ada komunikasi dengan beliau. Paling lama pekan depan ada keputusan," ujar Antoni.

    Baca: Sandiaga Yakin Partai Demokrat Tak Main Dua Kaki di Pilpres 2019

    Ihwal posisi yang disiapkan untuk Soekarwo di TKN KIK, ujar Antoni, sebenarnya yang paling ideal adalah sebagai Ketua Tim Pemenangan di Jawa Timur. Namun, ujar Antoni, karena Soekarwo masih menjabat sebagai Gubernur sampai Februari 2019, maka posisi itu tidak memungkinkan. "Apakah nanti diganti jadi Gus Ipul (Saifullah Yusuf), itu masih dibahas," ujar dia.

    Sebelum Wahidin Halim dan Soekarwo sederet kepala daerah dari partai Demokrat telah terlebih dahulu menyatakan dukungan kepada Jokowi. Mereka adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang dan Gubernur Papua Lukas Enembe.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.