Kamis, 20 September 2018

Sandiaga Yakin Partai Demokrat Tak Main Dua Kaki di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, setelah mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Akhirnya Partai Demokrat memutuskan berkoalisi dengan pasangan Prabowo dan Sandiaga. TEMPO/Subekti

    Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, setelah mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Akhirnya Partai Demokrat memutuskan berkoalisi dengan pasangan Prabowo dan Sandiaga. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno meyakini Partai Demokrat tidak main dua kaki di Pilpres 2019. Dia mengatakan Partai Demokrat mendukung penuh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Dua kaki Demokrat kokoh ada di Prabowo-Sandiaga," kata dia di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa, 11 September 2018.

    Baca: Sandiaga Uno Pangkas Rambut di Tempat Bawa Hoki di Glodok

    Sebelumnya, Partai Demokrat sedang menimbang kebijakan khusus berupa dispensasi bagi kadernya di empat provinsi untuk mendukung Presiden Joko Widodo pada pemilihan legislatif dan pilpres 2019. Mereka tak diwajibkan menyuarakan dukungan pada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meski pasangan itu secara resmi didukung oleh Partai Demokrat.

    "Memang ada daerah yang bisa mendapat dispensasi khusus, karena kami juga tidak ingin (suara) partai ini jeblok di sana,” kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. “Memang kami lihat opini dan animo masyarakat di sana untuk mendukung Pak Jokowi tinggi."

    Baca: Pesan Istri Gus Dur ke Sandiaga: Tak Boleh ada Politik Identitas

    Ferdinand menyebutkan Papua dan Sulawesi Utara termasuk ke dalam empat daerah yang kemungkinan diberi dispensasi. Dari koordinasi mereka, suara dari kedua provinsi itu menunjukkan keinginan yang tinggi untuk mendukung Jokowi.

    Sandiaga mengatakan pemberian dispensasi itu merupakan masalah internal Partai Demokrat. Dia bakal menghormati keputusan partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

    Sandiaga mengatakan tak ingin menarik-narik urusan kepala daerah ke dalam pilpres. Dia ingin kepala daerah fokus mengurus wilayahnya masing-masing. "Jangan ditarik-tarik," kata dia.

    THERESIA PUTRI | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.