Menjelang Umumkan Ketua TKN, Jokowi ke Rumah Almarhum Gus Dur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo usai memberikan kuliah umum wawasan kebangsaan dan membuka rapat kerja nasional (rakernas) lembaga pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 6 September 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo usai memberikan kuliah umum wawasan kebangsaan dan membuka rapat kerja nasional (rakernas) lembaga pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 6 September 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pengumuman Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri berkunjung ke rumah almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jalan Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat, 7 September 2018.

    Baca juga: Beda Gaya Blusukan Jokowi dan Gus Dur 

    Jokowi akan bertemu dengan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, untuk bersilaturahmi.

    Jokowi berangkat dari Istana Kepresidenan Bogor dan tiba di rumah almarhum Gus Dur tepat pukul 16.00 WIB.

    Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mobil Pratikno ikut dalam iring-iringan rangkaian kendaraan Jokowi.

    Baca juga: Putri Gus Dur Sebut Warga NU Dukung Mahfud MD Cawapres Jokowi

    Setelah dari rumah Sinta, Jokowi dikabarkan akan menuju rumah tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf di Jalan Cemara, Jakarta Pusat. Rencananya, ia akan mengumumkan nama Ketua Tim Kampanye Nasional di sana.

    "Monggo merapat ke Media Center TKN KIK, Cemara 19. Insya Allah pengumuman Ketua TKN akan dilaksanakan Jumat sore ini, langsung oleh paslon," kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Verry Surya Hendrawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.