Saat Massa Kontra #2019GantiPresiden Kepung Hotel, Ini Kata Dhani

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon anggota legislatif Partai Gerindra, Ahmad Dhani (kiri), dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Calon anggota legislatif Partai Gerindra, Ahmad Dhani (kiri), dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tiba di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Dhani batal hadir dalam acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya, Ahad, 26 Agustus 2018. Ratusan massa mengepung Hotel Majapahit Jalan Tunjungan, meminta Dhani mengurungkan niatnya.

    Baca juga: Ketua MPR: Melarang #2019GantiPresiden Tidak Sesuai Demokrasi

    Dalam vlog-nya Ahmad Dhani mengabarkan bahwa ia tak bisa mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya.

    “Assalamualaikum teman-teman yang ada di tempat deklarasi, hari ini saya dihadang di depan hotel situ, nggak bisa keluar hotel,” kata Dhani dalam vlog yang diunggahnya di Youtube, Ahad 26 Agustus 2018.

    Dhani kemudian mengatakan dirinya merasa aneh karena didemo. Menurutnya, objek yang biasanya menjadi sasaran demo adalah Presiden, Menteri, atau Kapolri. “Ini musisi didemo, udah gitu musisi yang nggak punya beking polisi, nggak punya beking tentara,” katanya.

    Baca juga: Neno Warisman Donatur Terbesar, 3 Fakta #2019GantiPresiden

    Dhani berujar pihaknya adalah oposisi pemerintah, sedangkan para pendemo adalah pembela penguasa. “Lak lucu a (Kan lucu ya),” ucapnya.

    Mendekati akhir vlog, Dhani kembali mengatakan pendemo dirinya telah dibiarkan selama dua jam di depan hotel, membuat dirinya tidak dapat keluar menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden. “Saya kan takut kalau nanti saya keluar, saya marah, saya habisi semua, kan repot. Ya saya ngalah aja lah. Ngalah disini nungguin disini, jadi maaf bagi teman-teman yang lagi nunggu di deklarasi,” katanya.

    Hari ini, Minggu 26 Agustus 2018, gerakan #2019GantiPresiden dideklarasikan di beberapa tempat seperti Pekanbaru, Riau dan Surabaya, Jawa Timur. Namun, gesekan antara kubu pendukung dengan penolak gerakan tersebut cukup kuat.

    Selain di Surabaya, sejumlah massa melakukan aksi penghadangan menolak kedatangan Neno Warisman di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Sabtu sore hingga malam, 25 Agustus 2018. Alasannya, Neno akan menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu, 26 Agustus 2018.

    Baca juga: Dianggap Banyak Mudarat, Polisi Larang #2019GantiPresiden

    Neno Warisman akhirnya dipulangkan ke Jakarta setelah aksi penolakan tersebut. Menurut kepolisian setempat, pemulangan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi tetap kondusif. Neno Warisman juga pernah ditolak ketika akan datang ke acara #2019GantiPresiden di Batam pada akhir Juli lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.