Sekda Jabar: Distribusi Hewan Kurban Tahun Ini Lebih Merata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah  Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menyerahan hewan qurban di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jl. Asia-Afrika, Bandung, Rabu 22 Agustus 2018.(dok Pemprov Jabar)

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menyerahan hewan qurban di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jl. Asia-Afrika, Bandung, Rabu 22 Agustus 2018.(dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR – Sebanyak 2.134 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kurban pada Hari Raya  Idul Adha 1439 Hijriah. Selain menyerahkan hewan kurban ke Baznas Provinsi Jawa Bara, ada ASN yang memotong hewan  kurban di kediaman atau kampung halamannya.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menilai penyebaran hewan kurban dari ASN Jawa Barat tahun ini relatif merata hingga ke wilayah Jawa Barat selatan.

    “Tahun ini, relatif sangat merata dan jumlahnya juga meningkat. Insya Allah yang menikmati jauh lebih banyak,” kata Iwa setelah menyerahkan hewan kurban di Masjid Raya Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Rabu, 22 Agustus 2018.

    Iwa menyerahkan hewan kurban atas nama Presiden Joko Widodo berupa sapi limosin seberat 841 kilogram kepada Wakil Ketua DKM Masjid Raya Bandung, Provinsi Jawa Barat, Deddy Rokhaedie.

    Sebelumnya, Iwa salat Idul Adha di Lapangan Gasibu, Bandung. Bertindak sebagai khatib T. Fuad Wahab dan imam Cecep Abdullah Syahid.

    Dalam khotbahnya, Fuad mengingatkan kaum muslimin yang mampu agar memotong hewan kurban. “Dalam kurban, ada kepedulian pada sesama, terutama duafa, fukara, dan masakan sehingga bagi orang yang mampu dan tidak berkurban, Rasulullah mengancam hendaknya tidak mendekati musala kami,” ujar Fuad dalam ceramahnya.

    Selain itu, Fuad mengatakan, pada Dzulhijjah ini, ada dua hal besar yang perlu kita renungkan, yaitu peristiwa haji dan penyembelihan hewan kurban. Kedua peristiwa ini erat kaitannya dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan kaumnya. “Ada suri teladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya,” katanya.

    Lebih lanjut, Fuad menjelaskan, naluri ketuhanan serta fitrah keagamaan Ibrahim yang digabung dengan kecerdasan berpikir logis, membuatnya mengingkari berhala sembahan orang tuanya dan kaumnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.