Ikut Upacara HUT RI Ke 73, Eks Teroris Siap Jadi Duta Perdamaian

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas Kombatan Moro Ali Fauzi membaca teks proklamasi saat upacara bendera Kemerdekaan RI ke-72 di halaman Masjid Baitul Muttaqin Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Kamis 17 Agustus 2017. Tempo/Sujatmiko

    Bekas Kombatan Moro Ali Fauzi membaca teks proklamasi saat upacara bendera Kemerdekaan RI ke-72 di halaman Masjid Baitul Muttaqin Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Kamis 17 Agustus 2017. Tempo/Sujatmiko

    TEMPO.CO, Lamongan-Sebanyak 31 bekas kombatan dan eks teroris mengikut upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau HUT RI Ke 73 di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Jumat 17 Agustus 2018. Mereka tergabung dalam pasukan kehormatan Lingkar Perdamaian  —yayasan yang didirikan bekas kombatan gerakan Moro, Ali Fauzi.

    Para bekas kombatan dan eks terpidana kasus terorisme itu membacakan ikrar kesetiaan siap menjadi duta perdamaan serta taat dan patuh pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka juga siap dilibatkan dalam membantu penanganan radikalisme dan bersama-sama aparat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Baca: Polri Sebut Penangkapan 283 Terduga Teroris Sudah Sesuai Prosedur

    Bertugas sebagai pembaca ikrar ialah Yusuf Anis alias Haris alias Abu Musa. Bupati Lamongan Fadeli bertindak sebagai inspektur upacara, adapun Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lamongan Debby Kurniawan sebagai pembaca teks proklamasi.

    Seusai upacara Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi mengatakan perlunya dukungan dari pemerintah baik secara moril maupun materiil bagi bekas kombatan dan bekas narapidana terorisme agar dapat kembali ke tengah-tengah masyarakat.

    Simak: Pegawainya Terlibat Terorisme, PLN Serahkan ke Proses Hukum

    Yayasan Lingkar Perdamaian diresmikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Desa Solokuro pada 29 Nopember 2016. Anggotanya berjumlah 43 orang, terdiri dari mantan 11 orang kombatan, mantan napi kasus terorisme (napiter) 14 orang, dan 7 keluarga teroris.

    Mereka bergerak di bidang control flow integrity (CFI), yaitu menumpang kombatan dan mantan teroris untuk kembali kepangkuan ibu pertiwi. Yayasan ini juga berperan aktif melaksanakan kegiatan pencegahan terorisme di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.