Tiga Jenderal Bintang Tiga Ini Dinilai Layak Jadi Wakapolri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di  Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai dari delapan anggota Polri berpangkat jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal, ada tiga nama yang bisa menjadi calon kuat untuk mengisi posisi jabatan Wakil Kepala Kepolisian RI atau Wakapolri menggantikan Komjen Syafruddin.

    "Mereka adalah Komjen Suhardi Alius, Komjen Moegiharto, dan Komjen M Iriawan," kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Baca: Kapolri Tito Karnavian Masih Bungkam Soal Wakapolri

    Data IPW menyebutkan Komjen Suhardi Alius sedang menjabat sebagai Kepala BNPT sejak Juli 2016. Ia menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Suhardi pernah memegang sejumlah jabatan strategis, antara lain Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepala Divisi Humas Polri.

    Sedangkan rekam jejak Komjen Moegiharto, pada September 2017, ia menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan, Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

    Terakhir, Komjen M. Iriawan, saat ini ia tengah mengemban tugas sebagai Pelaksana tugas Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya, Iriawan pernah menjabat Sekretaris Utama Lemhanas, Asisten Operasi Kapolri, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, dan Kepala Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya.

    Baca: Teka-teki Siapa Pengisi Kursi Wakapolri Belum Terjawab

    Dari kebiasaan Polri selama ini, posisi Wakapolri selalu dipilih dari jenderal bintang tiga atau Komjen. Menurut Neta, tidak pernah ada dari jenderal bintang dua atau Irjen yang kemudian dijadikan sebagai wakapolri.

    "Wakapolri adalah posisi orang nomor dua di Polri sehingga harus diambil berdasarkan urut kacang, yang tentunya mempertimbangkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas figurnya," kata Neta.

    IPW menilai posisi Wakapolri saat ini sangat strategis. Apalagi di tahun politik ini, tugas Kapolri sangat berat dan perlu back up penuh oleh Wakapolri. Setidaknya, ada lima tugas utama Wakapolri.

    Pertama, harus benar benar loyal dan mampu membantu Kapolri untuk mengkonsolidasikan institusi Polri. Kedua, harus mampu menghapus isu adanya matahari kembar di Polri sehingga jajaran Polri benar benar solid dalam menjalankan tugas tugasnya. Ketiga, sebagai Ketua Wanjakti, Wakapolri harus mampu menjaga profesionalitas Polri dalam penempatan personil maupun dalam mendidik kader kader kepolisian. Keempat, harus mampu mengawasi proyek proyek pengadaan yang sesuai dengan kebutuhan kepolisian dan kelima, harus mampu menjaga netralitas anggota Polri di pemilu maupun pilpres 2019. Hingga saat ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum mengungkapkan nama wakapolri yang dipilihnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.