Ngabalin soal Pidato Jokowi: Orang Solo Nunjuk Pakai Jempol

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Mochtar Ngabalin berfoto bersama anggota Sahabat Pancasila saat menghadiri diskusi berjudul

    Ali Mochtar Ngabalin berfoto bersama anggota Sahabat Pancasila saat menghadiri diskusi berjudul "Kenapa Harus Jokowi?" di Cafe Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Juli 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan tidak ada yang salah dalam pidato berani diajak berantem yang disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di hadapan relawan. Menurut Ngabalin, orang yang mengkritik Jokowi tidak melihat pidato tersebut secara utuh.

    Baca: Soal Pidato Berani Diajak Berantem, Jokowi: Ditonton yang Komplet

    Ngabalin mengatakan jika mendengar pidato itu dengan lengkap, maka Jokowi tidak berupaya memancing keributan. Ngabalin menampik jika hanya dari pidato tersebut Jokowi dianggap sosok yang arogan. Menurut dia, karakter Jokowi adalah orang yang ingin menghindari terjadi konflik.

    "Orang Solo itu nunjuknya bukan seperti saya anak Buton, anak Papua, anak Kei, anak Bali, anak Bugis. Bukan menunjuk pakai telunjuk, tapi pakai jempol. Artinya beliau menghindar adanya benturan. Nunjuknya saja pakai jempol," kata Ngabalin, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Simak juga: Begini Pidato Lengkap Jokowi Soal Siap Diajak Berantem yang Viral

    Justru, kata dia, dalam pidatonya tersebut Jokowi mengajak agar masyarakat tidak menyebarkan berita bohong serta menjaga kerukunan. "Di belakangnya dia bilang 'tapi kalau diajak berantem, jangan takut'. Apa itu artinya? Itu artinya perintah panglima perang dan saya Insya Allah panglimanya," kata Ngabalin.

    Jokowi memang menyampaikan agar jangan takut jika diajak berkelahi dalam rapat umum relawan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu pekan lalu. Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, "jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani."

    Simak juga: Jokowi ke Relawan: Di Sana Militan, Di Sini Harus Lebih Militan

    Namun Jokowi buru-buru menegaskan ucapannya tersebut, "tapi jangan mengajak (berantem) loh. Saya bilang tadi, tolong itu digarisbawahi. Jangan mengajak. Kalau diajak (berantem), tidak boleh takut."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.