MPR Gelar Wayang Kulit untuk Sosialisasikan Empat Pilar di Sumatera Selatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI Edhy Prabowo di acara seni wayang kulit dengan lakon Wahyu Tejomoyo yang dibawakan dalang Ki Sugiharto di Lapagan Desa P1, Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat malam, 3 Agustus 2018.

    Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI Edhy Prabowo di acara seni wayang kulit dengan lakon Wahyu Tejomoyo yang dibawakan dalang Ki Sugiharto di Lapagan Desa P1, Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat malam, 3 Agustus 2018.

    INFO NASIONAL - Seni budaya sudah menjadi karakter bangsa Indonesia. Hal itu karena keberagaman budaya yang dimiliki. Akulturasi budaya satu daerah dan daerah lain sangat kuat dan saling mengisi, dan itulah salah satu bentuk ke-Bhinnekaan Indonesia.

    Oleh karena itulah, MPR pun menjadikan pergelaran seni budaya sebagai salah satu dari berbagai metode untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), kepada masyarakat. MPR sudah melaksanakan berbagai macam pagelaran seni budaya di daerah.  Kali ini, pada Jumat malam, 3 Agustus 2018, MPR juga menggelar  seni wayang kulit dengan lakon Wahyu Tejomoyo yang dibawakan dalang Ki Sugiharto di Lapagan Desa P1, Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.

    Terselenggaranya pagelaran wayang kulit di Kabupaten Musi Rawas ini merupakan usulan Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI Edhy Prabowo yang berasal dari dapil Sumatera Selatan. Malam itu, Edhy hadir sekaligus mewakili pimpinan MPR membuka secara resmi pagelaran wayang tersebut. Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Musi Rawas Suwarti, anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, dan Camat Purwodadi.

    "Tujuan pagelaran wayang kulit ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang ideologi negara, yaitu Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara," ujar Edhy Prabowo dalam sambutannya.

    Menurut politisi Gerindra ini, Empat Pilar perlu disosialisasikan mengingat urgensinya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.  Di negara yang begitu beragam, terdiri dari berbagai suku bangsa, termasuk di dalamnya bahasa, Pancasila menjadi alat pemersatu bangsa. "Pancasila adalah ideologi yang memuat nilai-nilai agama dan nilai kebangsaan," ucap Edhy.

    Sementara Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah menyampaikan, pagelaran wayang kulit merupakan salah satu metode dari Sosialisasi Empat  Pilar MPR RI. Kegiatan ini telah diselenggarakan di beberapa daerah, yang disesuaikan dengan seni budaya masyarakat setempat.

    Lebih lanjut Siti mengatakan,  pagelaran wayang ini menjadi bukti bahwa MPR ikut serta mengangkat budaya lokal. Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini dengan baik, termasuk awak media. "Mari kita saksikan pagelaran wayang kulit ini, dan terus jaga serta lestarikan nilai-nilai luhur bangsa. Kami MPR RI berharap agar pagelaran wayang malam ini bisa mendapatkan manfaat bagi masyarakat setempat,” katanya.

    Wakil Bupati Musi Rawas Suwarti dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan di desa kecil seperti Mardijarjo.  "Sangat jarang di desa kami diadakan pagelaran yang dilaksanakan oleh lembaga negara. Pagelaran ini sebagai pembuka bagi MPR, agar dapat menyambangi desa terpencil lainnya yang ada di pelosok Sumatera Selatan sebagai tempat kegiatan sosialisasi,” ujarnya.

    Musi Rawas sebagai salah satu wilayah penempatan transmigran dari  Tanah Jawa, saat ini telah menyatu dengan penduduk asli.  "Di ranah wong kito yang tinggi dengan akulturasi sosial dan budayanya, pagelaran wayang ini sangat antusias disambut oleh masyarakat di seputaran Musi Rawas," kata Suwarti. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.