Polri Masih Proses Ratusan Terduga Teroris yang Sudah Ditangkap

Anggota Polres Tasikmalaya Kota berjaga saat penggeledahan di rumah terduga teroris di kawasan Aboh, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 29 Mei 2018. Densus 88 mengamankan anak panah, golok besar, senapan angin, buku berisi jihad, dan dokumen serta laptop dari satu rumah pribadi dan dua rumah kontrakan warga berinisial GL, DD, dan AJ, yang terduga terlibat jaringan teroris. ANTARA/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI masih memproses hukum semua terduga teroris yang telah ditangkap setelah peristiwa bom Surabaya pada Mei 2018. Sampai saat ini, sudah lebih dari 200 terduga teroris yang dibekuk oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

"Sampai saat ini saya belum dapat informasi yang dibebaskan, semuanya ditangkap dan masih diproses," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Agustus 2018.

Baca: Satgultor TNI Gelar Simulasi Penanggulangan Aksi Terorisme

Para terduga teroris itu, kata Setyo, telah dititipkan di kantor wilayah kepolisian yang berada di daerah tempat mereka ditangkap. Proses hukum terhadap para terduga teroris itu dilakukan tim Densus 88 Antiteror dengan bantuan Satgas Antiteror yang berada di kewilayahan.

Selain itu, kata Setyo, dari serangkaian penangkapan, Polri sudah mengantongi peta jaringan para terduga teroris. Dengan adanya Undang-Undang Pemberantasan terorisme terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, menurut Setyo, langkah Polri menangkap orang yang terduga terkait dengan jaringan terorisme semakin mulus.

Setyo menjelaskan, dalam undang-undang tersebut, Polri diberi kewenangan untuk menangkap orang-orang yang diduga terafiliasi dengan jaringan teror. Sedangkan di undang-undang yang lama, Polri tidak bisa melakukan penangkapan sebelum seseorang melakukan tindakan pidana terorisme. Masa penahanan yang bertambah pun dirasa Polri menguntungkan karena ada waktu ekstra melakukan pendalaman bagi terduga teroris yang ditangkap.

Baca: JAD Bubar, Polri Sebut akan Lebih Mudah Berantas Terorisme

Namun, kata Setyo, dalam undang-undang yang baru ini, Polri bisa membebaskan terduga teroris jika bukti yang ditemukan tidak kuat. "Kalau kami temukan bukti yang kuat, kami bisa proses lanjut. Kalau tidak, kami bisa bebaskan. Tapi selama 20 hari dulu, 20 hari pertama, artinya penambahan tujuh hari (masa penahanan)," ujarnya.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menyatakan isu terorisme masih menjadi isu krusial yang mengancam, terutama dalam fokus kelancaran penyelenggaraan Asian Games. Dia menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu terorisme ini. Tito pun menjamin keamanan masyarakat melalui operasi yang akan dijalankan Polri dan stakeholder lain.

Baca: Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Banten






Kejagung Koordinasi Jaminan Keamanan JPU dengan Polri dalam Penuntasan Kasus Ferdy Sambo

3 jam lalu

Kejagung Koordinasi Jaminan Keamanan JPU dengan Polri dalam Penuntasan Kasus Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan jaminan keamanan jaksa yang menutaskan berkas Ferdy Sambo


Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

17 jam lalu

Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

Reformasi, kata Mahfud MD, terutama menyangkut masalah kultural, seperti hedonisme, gaya hidup mewah, dan judi yang melibatkan anggota kepolisian.


Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Lemkapi: Intelijen Polri Kecolongan dan Tak Jalan

21 jam lalu

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Lemkapi: Intelijen Polri Kecolongan dan Tak Jalan

Edi Hasibuan meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri melakukan audit investigasi pengamanan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.


Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 125 Orang, LPSK: Tragedi Kemanusiaan

1 hari lalu

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 125 Orang, LPSK: Tragedi Kemanusiaan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan harus ada pihak bertanggung jawab atas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.


TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

2 hari lalu

TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

TPNPB menyatakan pembakaran kantor Distrik Paniai Utara sebagai awal perang terhadap pemerintah Indonesia.


Situs Web Narasi TV Diretas, Terima Pesan Ancaman 'Diam atau Mati'

2 hari lalu

Situs Web Narasi TV Diretas, Terima Pesan Ancaman 'Diam atau Mati'

Ade Wahyudin mengatakan redaksi Narasi menerima ancaman dengan pesan masuk "diam atau mati" ke dalam server situs web Narasi.


Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

2 hari lalu

Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

Putri Candrawathi menitipkan anaknya yang paling muda ke neneknya setelah ia ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri mulai hari ini


KKB Diduga Serang Pekerja di Jalan Trans Papua Barat, TNI dan Polri Masih Cari Korban Tewas

2 hari lalu

KKB Diduga Serang Pekerja di Jalan Trans Papua Barat, TNI dan Polri Masih Cari Korban Tewas

TNI dan Polri masih mencari jasad empat warga sipil korban terduga serangan oleh KKB kepada 12 pekerja jalan Trans-Papua


Jokowi Teken Kepres Pemecatan Ferdy Sambo Sejak 26 September

2 hari lalu

Jokowi Teken Kepres Pemecatan Ferdy Sambo Sejak 26 September

Kemarin, Istana juga resmi mengkonfirmasi telah menerima berkas pemecatan Ferdy Sambo dari Polri.


4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

2 hari lalu

4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

Empat pelaku perampokan toko emas di Tangerang Selatan sudah ditangkap.