Saat Susi Pudjiastuti Keseleo Lidah Ucap Sultan HB X Gubernur DKI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membacakan puisi

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membacakan puisi "20 Tahun Reformasi kembali ke Rumah Rakyat" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. Malam Puisi dan Musik ini untuk memperingati 20 tahun Reformasi. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat terpeleset lidah dan membuat riuh suasana Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Triwulan II 2018 yang digelar pemerintah DIY di Yogyakarta, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Gandeng Zohri Ajak Masyarakat Makan Ikan

    Susi, yang didapuk sebagai keynote speaker dalam rapat bertema “Mewujudkan Peradaban Baru Maritim Agraris melalui Peningkatan Akuntabilitas dan Pengendalian Pembangunan Berkelanjutan”, sempat salah berucap dalam sambutan di hadapan ratusan pegawai negeri sipil dan pejabat DIY, termasuk Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

    "Yang saya hormati dan saya muliakan Bapak Gubernur DKI Sri Sultan Hamengku Buwono X," ujar Susi.

    Sontak para hadirin yang berada di ruangan tersebut riuh dan membenarkan ucapan Susi bahwa Sultan Hamengku Buwono X merupakan Gubernur DI Yogyakarta.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Ajak Warga Jaga Laut dari Eksploitasi Tambang

    “Maaf, maksud saya Bapak Gubernur DIY, nyuwun sewu (mohon maaf) Pak Sultan," kata Susi sembari tersenyum ke arah Sultan yang juga ikut tersenyum.

    Dalam kesempatan itu, Susi didapuk untuk berbicara tentang reformasi anggaran di kementeriannya yang dikenal dengan konsep Susinisasi. Istilah tersebut diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu setelah Menteri Susi berhasil menghemat anggaran di kementeriannya sebesar Rp 9,2 triliun selama tiga tahun terakhir.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Disebut Kandidat Cawapres Jokowi: Kata Siapa?

    Susi Pudjiastuti mengatakan reformasi anggaran yang ia lakukan adalah dengan rutin membedah pos anggaran yang sudah direncanakan setahun selama empat kali, tiap bulan Januari, Juni, Oktober, dan Desember.

    "Kami lacak dan refresh lagi anggaran itu selama seminggu setiap tiga bulan, kami bedah sampai tingkat satuan tiga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.