Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 14 Orang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban gempa mendapat perawatan di luar Puskesmas Sembalun Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Ahad, 29 Juli 2018. Sebanyak 40 orang mengalami luka-luka dan puluhan rumah rusak akibat gempa. ANTARA.

    Korban gempa mendapat perawatan di luar Puskesmas Sembalun Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Ahad, 29 Juli 2018. Sebanyak 40 orang mengalami luka-luka dan puluhan rumah rusak akibat gempa. ANTARA.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban tewas akibat gempa di wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa, bertambah menjadi 14 orang. Sedangkan 162 orang mengalami luka-luka dan puluhan rumah rusak akibat gempa Lombok ini.

    "Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Ahad, 29 Juli 2018.

    Baca: Pendaki Asal Malaysia Jadi Korban Tewas Gempa Lombok

    Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Di sana, 10 orang meninggal. Daftar korban tewas, yaitu Isma Wida (30 tahun) warga Malaysia, Ina Marah (60), Ina Rumenah (58), Aditatul Aini (27), Herniwati (30), Ina Hikmah (60), Fatin (80), Egi (17), Wisnu (8), dan Hajratul (8). Sebanyak 67 orang luka berat dan ratusan orang mengalami luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah, baik rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan. "Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo.

    Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal, yaitu Juniarto (8 tahun), Rusdin (34), Sandi (20), dan Nutranep (13). Sebanyak 38 orang luka berat, dengan rincian 12 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar. Data sementara kerusakan rumah, terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 keluarga terkena dampak gempa.

    Baca: BMKG Minta Masyarakat Waspada Gempa Lombok Susulan

    Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Hingga kini, pendataan masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

    Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR tersebut mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa pada pukul 05.47 WIB, Ahad, 29 Juli 2018. Hingga pukul 14.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan.

    Baca: Gempa Lombok, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Diduga Longsor

    Gempa Lombok tersebut dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar, dan beberapa wilayah di Bali. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menjamin gempa yang terjadi saat ini tidak berpotensi tsunami.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.