Minggu, 22 September 2019

Cerita Warga Dieng Hadapi Suhu Dingin: Air Keran Membeku

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video dan foto-foto fenomena bun upas (embun es) di kawasan Dieng, Wonosobo yang beredar pada 6 Juli 2018. Humas Dieng Culture Festival

    Cuplikan video dan foto-foto fenomena bun upas (embun es) di kawasan Dieng, Wonosobo yang beredar pada 6 Juli 2018. Humas Dieng Culture Festival

    TEMPO.CO, Jakarta - Suhu udara sebagian kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sepanjang pekan ini terus menurun hingga titik di bawah minus.

    Baca juga:  Heboh Fenomena Embun Es, Begini Penjelasan BMKG

    Fenomena membekunya sebagian Dieng saat kemarau yang disebut warga dengan “bun upas” atau embun yang membeku itu terpantau makin ekstrim dua hari terakhir.

    “Pas Kamis (26/7) subuh kemarin cek termometer ada yang minus 5, ada yang minus dua, ada yang nol derajat celcius,” ujar tokoh warga yang juga Sekretaris Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Sabar Alfarisdi Jumat 27 Juli 2018.

    Sedangkan pada Jumat pagi ini, suhu yang terpantau mulai pukul 04.00- 05.00 WIB paling rendah di titik 3 derajat celcius.

    Sabar menuturkan, sebenarnya sudah sejak awal pekan ini penurunan suhu kala subuh makin ekstrem dirasakan warga. Hal itu dapat terlihat dari obyek-obyek yang berada di luar ruangan rumah warga yang mudah sekali membeku.

    Baca juga: Penasaran Embun Membeku, Ribuan Wisatawan Berbondong ke Dieng

    “Gelas-gelas atau botol air minum kalau warga pas lupa memasukkan ke dalam rumah, pas dicek pagi harinya pasti sudah membeku,” ujar Sabar.

    Selain itu keran air yang berada dekat ladang yang biasa dipakai menyirami ladang ketika airnya akan mengucur sebelum pukul 06.00 juga langsung membeku. Juga ketika ada air yang menetesi kemasan kaleng roti turut membeku.

    Meski air di luar ruang mudah membeku, Sabar menuturkan, hal itu tak berdampak dengan kondisi air di dalam rumah. “Cuma dingin saja kalau air di dalam rumah, tak sampai mampet gara-gara membeku,” ujarnya.

    Sumber air warga Desa Dieng Kulon kebanyakan menggunakan sumur bor. Selama ini ketika fenomena bun upas datang di masa puncak kemarau, belum pernah sampai mengganggu sumber air rumah tangga warga. Warga lokal pun juga tak ada yang sampai sakit begitu pula kondisi ternak juga tak ada persoalan.

    Baca juga:  Bun Upas, Fenomena Embun Jadi Es di Dieng akan Berlangsung Sampai Oktober

    Hanya saja tanaman seperti kentang atau wortel yang berusia kurang dari sebulan hampir bisa dipastikan gagal panen karena mati terkena bun upas itu.

    “Kalau sudah lewat pukul 06.00 atau sinar matahari keluar biasanya semua mulai mencair lagi, dan normal lagi,” ujarnya.

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyo Aji Prayoedi menuturkan Jumat 27 Juli 2018, perkiraan kondisi suhu Dieng yang berlaku mulai pukul 07.00 sampai 19.00 WIB berkisar 12-24 derajad celcius.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe