Jumat, 17 Agustus 2018

7 Menteri Jokowi Ini Jadi Caleg untuk Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, didampingi sejumlah menteri kabinet kerja melambaikan tangan usai meresmikan Istora Senayan di Jakarta, 23 Januari 2018. Istora Senayan yang telah rampung direnovasi tersebut akan menjadi salah satu arena Asian Games 2018. TEMPO/Amston Probel

    Presiden Joko Widodo, didampingi sejumlah menteri kabinet kerja melambaikan tangan usai meresmikan Istora Senayan di Jakarta, 23 Januari 2018. Istora Senayan yang telah rampung direnovasi tersebut akan menjadi salah satu arena Asian Games 2018. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah menteri Kabinet Kerja mengikuti pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Mereka mencoba peruntungan menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Sebagian di antaranya mengaku telah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca: Jokowi Sarankan Menteri Ingin Nyaleg Cuti, Tak Perlu Mundur

    Dari 34 menteri yang bertugas, sebanyak tujuh orang di antaranya, mendaftarkan diri jadi calon legislator. Berikut daftar menteri yang akan bertarung memperebutkan suara masyarakat:

    1. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly

    Yasonna mendaftar caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia akan bertarung di daerah pemilihan Sumatera Utara I.

    Baca: Jadi Caleg, Menteri Yasonna Laoly akan Bentuk Tim Kampanye

    Yasonna mengatakan, dirinya maju karena perintah dari partai. Ia menyatakan telah berbicara dan mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo.

    Saat melapor kepada Jokowi, ia berkomitmen tetap menjalankan tugasnya sebagai menteri dengan baik. "Saya akan melakukan kerja, kerja, kerja, dengan baik," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 Juli 2018.

    2. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani

    Puan maju sebagai caleg dari PDIP. Dia terdaftar di daerah pemilihan Jawa Tengah V. Ini kali ketiga dia mengikuti pemilihan legislatif.

    Menko PMK Puan Maharani mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Konser Torch Relay Asian Games 2018 di Pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Rabu malam, 18 Juli 2018.

    Sebelumnya, Puan pernah melenggang ke Senayan pada 2009 dan 2014. Pada pemilihan legislator terakhir, Puan mendapat suara terbanyak kedua se-Indonesia dengan 369.927 suara.

    3. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo

    Eko Putro akan maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia yang baru kali pertama ikut pemilihan legislator, bakal bertarung di daerah pemilihan Bengkulu.

    Sama seperti Yasonna, Eko Putro mengaku maju caleg karena perintah partai. "Iya, diminta sama partai," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 Juli 2018.

    Eko mengatakan Presiden Jokowi sudah memberinya izin. Dia pun memastikan pencalonannya ini tidak akan mengganggu kinerjanya sebagai menteri, karena urusan maju caleg, akan dilakukan pada akhir pekan.

    4. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri

    Kader PKB ini mengaku belum mengetahui daerah pemilihan tempatnya bertarung. Hanif berujar hanya diminta mempersiapkan syarat-syarat administrasi pendaftaran.

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberikan keterangan saat pembukaan posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    "Ya, sudah kami serahin. Kami enggak tahu di mananya, ya, terserah nantilah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 Juli 2018.

    Hanif sudah berpengalaman mengikuti pemilihan legislator. Dia menjadi anggota DPR pada 2009 dan 2014.

    5. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi

    Imam Nahrawi maju sebagai calon legislator dari PKB. Pria kelahiran Bangkalan ini ditugaskan meraih suara dari warga Jakarta Timur.

    Pemilu tahun depan akan menjadi pertarungan keempat bagi Imam untuk duduk di kursi DPR. Imam pernah bertarung di Pemilu 2004, 2009, dan 2014. Di pemilu terakhirnya, Imam yang berhasil terpilih mengundurkan diri karena ditunjuk Jokowi jadi menteri.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memperlihatkan mobil dinasnya yang dihiasi logo Asian Games dan Asian Para Games sebagai bentuk promosi. Tempo/Vindry Florentin

    Sama seperti menteri lain yang mendaftar sebagai calon legislator, Imam mengaku sudah mendapat izin dari Jokowi. "Ya, namanya politikus, tentu beliau memberikan izin," ucap Imam di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 Juli 2018.

    6. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur

    Asman merupakan satu-satunya menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabinet Kerja. Seperti menteri yang lain, Asman juga mendapat tugas dari partainya untuk maju sebagai caleg dari daerah pemilihan Kepulauan Riau. Dia sebelumnya pernah mengikuti pemilihan legislator pada Pemilu 2004, 2009, dan 2014.

    Baca: PAN Daftarkan Menteri Asman Abnur Jadi Caleg

    7. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

    Lukman merupakan satu-satunya kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi. Dia ditugaskan menjadi calon legislator mewakili daerah pemilihan Jawa Barat VI.

    Lukman bukan kali pertama maju caleg. Ia pernah mengikuti pemilihan legislator sejak 1997. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.