Ini yang Dibahas Megawati dan Airlangga Hartarto di Teuku Umar

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri (tengah), disambut pendukungnya di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. TEMPO/Bram Selo Agung

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto membeberkan isi pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang berlangsung kemarin, Senin, 16 Juli 2018. Menurut Hasto, Megawati dan Airlangga membahas pemilihan presiden 2019 dan sejumlah hal strategis lainnya.

PDIP dan Golkar menyepakati dukungan kepada Joko Widodo sebagai calon presiden yang akan diusung di pilpres 2019. "Mengenai calon wakil presiden, kedua ketua umum partai bersepakat akan membahasnya dengan Presiden Jokowi," kata Hasto melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 Juli 2018.

Baca: Megawati: Cawapres Jokowi Diumumkan saat ...

Pertemuan Megawati dan Airlangga itu berlangsung di rumah Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Hasto datang pada pertemuan itu. Turut hadir Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, dan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP Puan Maharani.

Hasto mengatakan, PDIP menghargai aspirasi kader Golkar yang menginginkan Airlangga menjadi cawapres Jokowi. Dia menganggap wajar jika setiap partai menginginkan ketua umumnya menempati posisi strategis untuk kaderisasi kepemimpinan.  

Baca: Megawati Ancam Pecat Pengurus Partai Jika ...

"PDI Perjuangan sangat memahami apabila Golkar mencalonkan Pak Airlangga untuk mendampingi Pak Jokowi, sebab hal itu merupakan cita-cita setiap partai untuk mendorong kadernya. Namun hal itu akan dibicarakan bersama," kata Hasto.

Hasto merujuk pengalaman PDIP sebelumnya saat Megawati juga didorong menjadi calon presiden pada pilpres 2014. Namun, ujar Hasto, Megawati mendengarkan aspirasi rakyat dan memberikan mandat dengan mencalonkan Jokowi.

Baca: Sri Mulyani Salip Megawati Sebagai Perempuan ...

Hasto menceritakan bahwa pertemuan Megawati dan Airlangga berlangsung selama dua jam. Hal-hal mendasar lain yang dibahas kedua ketua umum itu di antaranya adalah usul Airlangga agar tim kerja dibentuk untuk mengkaji amandemen dan memperjuangkan agar MPR berwenang menetapkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Airlangga mengatakan bahwa Golkar masih memiliki banyak politikus senior yang bisa membantu mengkajinya.

Menurut Hasto, Megawati menanggapi serius usul itu. Megawati mengatakan bahwa pola pembangunan semesta di era Presiden Soekarno perlu dipelajari kembali. "Pola Pembangunan Semesta harus dipelajari kembali dan ditangkap ruhnya sebagai haluan negara yang menjabarkan Pancasila agar Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkebudayaan,” kata Megawati sebagaimana dikutip Hasto Kritiyanto.

Simak: Megawati Minta Kadernya Tak Asal Seruduk di ...






PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

16 jam lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

17 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

21 jam lalu

Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

Pejuang masjid wakaf Kebon Sirih, Tomy Tampatty, mengirimkan surat ke Jokowi untuk meminta perlindungan.


PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

1 hari lalu

PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

Viral video Puan Maharani bagi-bagi kaos di Bekasi dengan wajah cemberut. PDIP memberikan klarifikasi apa yang terjadi saat itu.


Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

1 hari lalu

Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

Menuju Pemilu 2024, setidaknya ada tiga parpol yang mengklaim sebagai partai wong cilik, Siapa saja mereka?


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

1 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

1 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

1 hari lalu

Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi Koordinator Pelaksana di Dewan Pengarah Nasional SDGs 2024. Ini profil politik dan bisnisnya.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

1 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PDIP Kecam Anies Baswedan Gagal Benahi Transportasi Jakarta, Firaun Juga Bisa

1 hari lalu

PDIP Kecam Anies Baswedan Gagal Benahi Transportasi Jakarta, Firaun Juga Bisa

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyebut Gubernur Anies Baswedan gagal memperbaiki transportasi Jakarta.