Hidayat Nur Wahid: Kaum Pekerja Paham Pancasila, NKRI Tak Akan Hancur

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan pekerja, bekerjasama dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 14 Juli 2018 di Gedung Pertemuan Surya Kencana Abadi, Kota Tangerang, Banten.

    Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan pekerja, bekerjasama dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 14 Juli 2018 di Gedung Pertemuan Surya Kencana Abadi, Kota Tangerang, Banten.

    INFO MPR - Jika kaum pekerja memahami pentingnya Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan pernah tercerai berai. Karena itu, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan pekerja adalah bagian penting agar kaum pekerja makin memahami dan mencintai Indonesia.

    Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan pekerja, bekerjasama dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 14 Juli 2018 di Gedung Pertemuan Surya Kencana Abadi, Kota Tangerang, Banten.

    "Alhamdulillah, kali ini terjadi sebuah sejarah, rekan-rekan pekerja mementingkan adanya sosialisasi Empat Pilar. Ini pertama kali menghadiri sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk kaum pekerja," ujar Hidayat.

    Sekitar 400 pekerja yang tergabung dalam FSPMI se-Tangerang Raya dan 118 pengurus inti FSPMI tingkat  perusahaan turut berpartisipasi. Hidayat memaknai antusiasme kalangan pekerja ini sebagai wujud cinta kaum pekerja kepada Indonesia.

    "Ini pertanda kaum buruh ingin mendapatkan informasi yang lebih detail dan update tentang ketentuan bernegara," ujar Hidayat.

    Hidayat menegaskan,  pada hakikatnya kaum pekerja adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi Indonesia.

    "Jika tak ada rekan-rekan pekerja, atau mereka yang mengabdikan diri dalam berbagai profesi untuk Indonesia secara  ikhlas, apakah Indonesia bisa merdeka? Tentu saja tidak," tandas Hidayat.

    Hidayat mencontohkan sejarah negara adidaya Uni Soviet, Yogoslavia, dan lainnya. Negara-negara ini bubar karena ideologi negara mereka  (komunis) datang dari luar yang dipaksakan, dan kemudian tidak menghadirkan ketahanan nasional yang kuat. Hingga pada 1990-1991, Presiden Uni Soviet  Michael Gorbachev menerapkan kebijakan reformasi (Glasnost dan Perestroika)  yang  akhirnya negara komunis pertama berbasis kaum pekerja itu pun bubar dan terpecah menjadi beberapa negara. Begitu pula Yogoslavia, juga terpecah menjadi beberapa negara.

    "Beda dengan Indonesia, sekali pun negara kita terdiri dari 17 ribu pulau, negara kepulauan, ekonomi kita tidak sangat bagus, transportasi tidak sangat bagus, dan terjadi reformasi, tapi kita memiliki Pancasila sebagai ideologi yang dilahirkan dari kesepakatan bersama. Maka saat terjadi reformasi pun kita tetap utuh," tutur Hidayat.

    Hadir pada pembukaan Sosialisasi Empat Pilar MPR ini Indra,  staf ahli Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga sebagai narasumber, Sekjen FSPMI/KSPI Riden Hatam Azis, Kepala Biro Setpim Setjen MPR Muhamad Rizal, dan Ketua FSPMI se-Tangerang Raya dan juga Ketua Panitia Penyelenggara Sosialisasi, Jumadi.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe