Momen Menpora Malaysia Syed Saddiq Saat Semobil dengan Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq (kiri) saat meninjau kesiapan arena Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu, 14 Juli 2018. (ANTARA News/Bayu Prasetyo)

    Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq (kiri) saat meninjau kesiapan arena Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu, 14 Juli 2018. (ANTARA News/Bayu Prasetyo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi terlihat satu mobil dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq dalam kunjungannya meninjau venues Asian Games di Komplek Jakabaring Sport City, Sabtu 14 Juli 2018.

    Dalam akun Twitter @SyedSaddiq, menteri termuda di Malaysia itu mengatakan ia sedang bersama Presiden Jokowi. "Orangnya sangat baik dan senang didekati," kata Saddiq.

    Baca juga: Tinjau Arena Asian Games, Jokowi Panggil Manpora Malaysia 'Bro'

    Menteri berusia 25 tahun itu kemudian menulis dengan emoticon bahagia, "He called me "bro"." Dalam video yang ditautkan di akun tersebut, Saddiq mengatakan ia bersama Presiden Jokowi yang merupakan idolanya dan juga idola anak muda.

    Saddiq kemudian bertanya kepada Jokowi tentang pesannya kepada rakyat Malaysia. Kemudian Jokowi mengatakan, "Ya ini saya satu mobil dengan Bro Saddiq ha-ha-ha.." Jokowi mengatakan ia senang ada menteri yang cerdas seperti Saddiq.

    Baca juga: Jokowi Jajal Lintasan Bowling Asian Games 2018, Hasilnya....

    "Indonesia dan Malaysia sebagai saudara serumpun sudah kerja sama dalam segala bidang, investasi, perdagangan, hubungan tenaga kerja, sehingga semuanya harus baik," kata Jokowi.

    Mengakhiri video tersebut, Saddiq mengatakan, "Kita semua bersaudara selama-lamanya, terima kasih bapak presiden."
    Dan dijawab Jokowi dengan, "Makasih bro..."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.