Minggu, 22 September 2019

Kementan Lepas Ekspor Perdana 15 Ton Kopi Garut ke Taiwan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspor perdana ke Taiwan sebesar 15 ton dari kelompok tani binaan Kopi Asli Urang Garut (KASUGA). Ekspor kopi Garut pertama kali ke Taiwan menjadikan hal yang sangat mengembirakan bagi petani kopi Garut, Garut, 13 Juli 2018

    Ekspor perdana ke Taiwan sebesar 15 ton dari kelompok tani binaan Kopi Asli Urang Garut (KASUGA). Ekspor kopi Garut pertama kali ke Taiwan menjadikan hal yang sangat mengembirakan bagi petani kopi Garut, Garut, 13 Juli 2018

    INFO NASIONAL— Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Dedi Junaedi mewakili Menteri Pertanian melepas Ekspor perdana kopi Garut ke Taiwan sebesar 15 ton dari  kelompok tani binaan Kopi Asli Urang Garut (KASUGA).

    Ekspor kopi Garut pertama kali ke Taiwan menjadikan hal yang sangat mengembirakan bagi petani kopi Garut. Hal tersebut, menjadikan tolak ukur dan semangat untuk petani kopi lainnya.

    Dedi Junaedi menjelaskan, ekspor kopi perdana ini menjadikan tolak ukur untuk memajukan kopi Kabupaten Garut. Ditambah lagi, selain ekspor ke Taiwan akan ada ekspor susulan ke negara lainnya.

    “Momentum ini sangat penting bagi Kementan untuk mendukung ekspor perdana ke Taiwan dan selanjutnya ada permintaan lagi ke Ukraina. Luar biasa peran petani Kab. Garut, pemerintah akan terus memberikan dukungan dan semangat,” ujar Dedi.

    Menurut Dedi, kopi merupakan komoditas startegis dan telah menjadi prioritas Kementan. Namun, dalam hal dana yang dikeluarkan dari APBN terbilang kecil, sehingga perlu adanya himpunan dana dari setiap kelompok tani dan juga pelaku usaha.

    Pemerintah pusat akan membuat sistem perekonomian yang berlembaga dimana petani dapat bergabung dengan kelompok tani dan dapat membangun koperasi. “Program ini akan digali dan didorong, pemerintah sangat mendukung karena tugas pemerintah membuat ekonomi yang berlembaga,” katanya. 

    Wakil Bupati Garut Helmi menjelaskan walaupun ekspor perdana yang dilakukan baru 15 ton, kedepannya dapat meningkatkan permintaan dan tersebar ke beberapa negara lainnya seperti Ukraina, Dubai, Amerika, Eropa, dan negara lainnya. “Untuk perdana ini baru 15 ton untuk kedepan sudah ada beberapa negara untuk dilakukan ekspor ada 7 ton, 40 ton semoga kita dapat memenuhinya dan berkelanjutan,” katanya.

    Helmi menambahkan, kopi Kabupaten Garut berbeda dengan kopi lainnya dimana memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi aroma dan rasanya. “Memiliki karakter yang seimbang ini merupakan potensi yang bisa menjadikan ekspor Indonesia lebih baik dan banyak diminati negara tetangga,” ucapnya.

    Disisi lain, Wakil Kelompok Binaan KASUGA Christian menyatakan petani Garut dapat ekspor kopi untuk pertama kalinya berkat kerja sama dari semua pihak baik pemerintah daerah maupun pusat. “Terima kasih kepada dinas terkait  yang telah memberikan dukungan untuk dapat ekspor kopi petani. Hal tersebut, juga dapat memajukan perkebunan kopi petani Kabupaten. Garut,” katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe