Selasa, 25 September 2018

54 Orang Mendaftar Jadi Calon Anggota DPD dari Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan (keempat kiri), didampingi Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat (keempat kanan) mendengarkan penjelasan Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok (tengah) saat peninjauan kesiapan logistik utama pilkada serentak 2018 Jawa Barat di Kantor Kecamatan Sumur, Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Juni. ANTARA

    Penjabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan (keempat kiri), didampingi Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat (keempat kanan) mendengarkan penjelasan Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok (tengah) saat peninjauan kesiapan logistik utama pilkada serentak 2018 Jawa Barat di Kantor Kecamatan Sumur, Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat, Endun Abdul Haq, mengatakan ada 54 orang yang mendaftar menjadi calon senator untuk memperebutkan 4 kursi anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD dari Jawa Barat.

    “Jumlahnya tahun ini lebih banyak dibandingkan pileg 2013,” kata Endun pada Tempo, Kamis, 12 Juli 2018. Pada pemilu legislatif 2013, ada 45 orang pendaftar bakal calon Senator dari Jawa Barat. 

    Seluruhnya terdapat 66 orang yang sempat menyerahkan berkas dukungan pada KPU Jawa Barat yang menjadi syarat mendaftar menjadi calon senator. Selepas proses verifikasi, hanya 58 orang yang berhak mendaftar. Hingga hari terakhir, hanya 54 orang yang mendaftar menjadi bakal calon anggota DPD.

    Baca: Pilkada 2018, Partisipasi Pemilih di Papua Paling Tinggi

    Endun mengatakan, dari seluruh pendaftar tersebut, baru 8 orang yang telah dinyatakan lengkap berkas persayaratan dukungan. Bakal calon Senator Jawa Barat disyaratkan menyerahkan sedikitnya 5 ribu berkas dukungan yang dibuktikan dari salinan KTP Elektronik. “Sisanya 46 orang wajib memperbaiki syarat dukungannya,” kata dia.

    KPU memberi waktu 21-24 Juli 2018 bagi calon Senator untuk mempebaiki persyaratan dukungan tersebut, sebelum lembaga itu mengesahkan bakal calon tersebut dalam Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPD dari Jawa Barat. “Kekuranganya berbeda-beda, yang paling banyak sekitar 2 ribuan berkas dukungan,” kata Endun.

    Endun mengatakan, pada Pemilu legislatif 2019, KPU mensyaratkan calon anggota legislatif bukan napi tindak pidana korupsi, kejahatan seksual, dan narkoba. “Kalau ada yang begitu, nanti langsung menjadi catatan KPU untuk dinyatakan tidak memenuhi syarat,” kata dia.

    Endun mengatakan, penelusuruan sementara, dari 54 orang pendaftar calon senator tersebut tidak ada yang terindikasi mantan narapidana tindak pindana korupsi, kejahatan seksual, dan narkoba. “Nanti kami akan cek dokumen. Kami akan cek pula ke pengadilan,” kata dia.

    Baca: Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilkada 2018 di Bawah Target

    Dari daftar nama bakal calon senator yang resmi mendaftar ke KPU Jawa Barat yang diterima Tempo, berasal dari beragam latar belakang. Diantaranya mulai dari aktivis, orang partai, mantan bupati, mantan perwira tinggi Polri, hingga anggota DPD saat ini.

    Diantaranya mantan Kapolda Jawa Barat Tubagus Anis Angkawijaya, serta Tatang Farhanul Hakim petinggi PPP Jawa Barat versi Djan Faridz sekaligus mantan bupati Tasikmalaya. Mayoritas anggota DPD saat ini juga mendaftar kembali seperti Oni Suwarman, Eni Sumarni, serta Ayi Hambali;  kecuali Aceng Holik M Fikri mantan bupati Garut yang kini menjadi petinggi Partai Hanura Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.