Harganas 2018, Momentum Membangun Karakter dan Tanamkan Nilai Sosial Keluarga

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Sigit Priohutomo ngobrol asyik dengan remaja-remaja Generasi Berencana (GenRe) dalam kegiatan puncak acara Harganas XXV di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 5 Juli 2018. (dok BKKBN)

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Sigit Priohutomo ngobrol asyik dengan remaja-remaja Generasi Berencana (GenRe) dalam kegiatan puncak acara Harganas XXV di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 5 Juli 2018. (dok BKKBN)

    INFO NASIONAL— Peringatan Hari  Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018 adalah momentum untuk mengingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra-putri kita dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sosial budaya didalam keluarga. Kewajiban keluarga adalah menciptakan nilai-nilai kepribadian untuk membentuk nilai-nilai luhur bangsa, yang akan menjadi bekal anak-anak yang nantinya akan terjun ke masyarakat.

    Pembinaan dini orang tua di dalam keluarga harus dilestarikan oleh segenap anggota keluarga, agar menjadi suatu kekuatan dalam keluarga baik dibidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Sebagai wahana yang tangguh demi terwujudnya ketahanan keluarga yang pada akhirnya mewujudkan ketahanan nasional.

    Berbagai acara menarik digelar sebagai rangkaian puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018 yang digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara. Di antaranya adalah Seminar Nasional Pengasuhan Anak dan Jambore Keluarga Indonesia yang diadakan Kamis, 5 Juli 2018.

    Seminar yang merupakan kerja sama BKKBN dan Dharma Wanita Persatuan BKKBN ini dibuka oleh Deputi KSPK BKKBN M. Yani. Dalam sambutannya, Yani menyampaikan bahwa  pendekatan siklus hidup dalam membangun keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. “ Ini merupakan kunci utama dalam menciptakan kualitas keluarga yang sehat, sehingga akan melahirkan generasi emas yang berkualitas,” ujar Yani di Hotel Sutan Raja Manado, Kamis, 5 Juli 2018.

    Acara ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Nyi Mas Diane Wulansari (penulis) dan Melly Kiong (motivator).  Dalam paparannya, Nyi Mas Diane Wulansari mengatakan, pengaruh media digital terhadap anak saat ini semakin besar, teknologi semakin canggih, dan intensitasnya semakin tinggi, sehingga diperlukan pendampingan dari orangtua.

    Sementara Melly Kiong mengatakan bahwa zaman yang semakin modern tak berbanding lurus dengan kualitas karakter anak-anak zaman sekarang. Itu bisa mempengaruhi sifat dan perangai anak cenderung menjadi individualistis dan egosentris. “Padahal, dengan menjaga komunikasi maka secara tidak langsung dapat membangun kejujuran pada anak, mencegah konflik, mencegah adanya kekerasan dalam keluarga, juga mencegah bullying," ucapnya.

    Sementara, untuk acara Jambore Keluarga Indonesia (JKI) Tahun 2018 dengan tema “Hari Keluarga:Hari Kita Semua” dan slogan “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”, ini baru pertama kali diadakan di Harganas. Di acara ini, Sigit Priohutomo memberikan apresiasi/penghargaan kepada pengelola Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), melalui lomba-lomba seperti Lomba Pidato Kependudukan dan Lomba Karya Tulis Kependudukan yang diadakan Kedeputian Dalduk (Pengendalian Kependudukan).

    Di hari yang sama, Sigit Priohutomo juga ngobrol asyik dengan remaja-remaja Generasi Berencana (GenRe) di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado. Mereka merupakan peserta kegiatan GenRevolution Berteman (Bersih, Tertib dan Mandiri). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kreatifitas remaja (pendidik sebaya), dalam pengembangan kegiatan-kegiatan pada kelompok Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja.  

    Rangkaian kegiatan lainnya adalah Gelar Dagang Nasional yang pembukaannya dilaksanakan di Kawasan Megamas, dan diikuti oleh Kementerian/Lembaga, Perwakilan BKKBN, Pemerintahan Daerah dan PKK Provinsi dari Seluruh Indonesia, Dekranasda,  sektor Swasta serta Usaha Mikro Kecil Menengah. 

    Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahyo Kumolo didampingi Plt. Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, Gubernur Sulawesi Utara beserta Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, para pejabat tinggi madya dan pratama BKKBN dan kementerian terkait,  ketua PKK seluruh Provinsi dan kabupaten/ kota, dan berbagai undangan lainnya.

    Ketua Panitia Gelar Dagang dan Pameran Harganas XXV 2018 Bintang Puspa Yoga dalam laporannya mengatakan pameran ini akan berlangsung selama tiga hari, dimulai Kamis, 5 Juli sampai dengan 7 Juli 2018. Pada kegiatan ini ada 147 stand pameran dari kementerian, BKKBN, Dekranasda, dan UMKM yang menyajikan berbagai produk-produk unggulan seperti pakaian, kuliner serta cendera mata yang berasal dari daerah masing-masing.

    Puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXV 2018 sendiri di gelar di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 7 Juli 2018.

    Acara tersebut di hadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani; Menteri PPPA, Yohana Yembise; Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey; Plt, BKKBN, Sigit Priohutomo; Ketua TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo; para Gubernur, Walikota/Bupati dan individu berprestasi penerima tanda kehormatan dari pemerintah; jajaran Forkompimda Sulut; remaja generasi berencana; jajaran BKKBD se-Indonesia; mayarakat Manado; dan media massa.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirkan generasi muda bangsa yang baik dapat dimulai dari perencanaan keluarga yang baik.

    “Sesuai dengan pepatah “Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah,” maka untuk itu, perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga, dan biasakan membuat rencana yang baik, jangan begitu tiba masa, baru tiba akal,” ujar Puan pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV 2018 di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Puan juga menjelaskan bahwa program Keluarga Berencana diketahui sudah ada sejak tahun 1968 – 2018 yang artinya sudah berusia 50 tahun. Namun, masih saja ada yang belum paham arti pentingnya Keluarga Berencana Itu. 

    “Sampai saat ini masih saja ada yang belum tahu dan paham tentang Keluarga Berencana yang dalam benak pikirannya itu KB adalah alat Kontrasepsi. (Padahal) Keluarga berencana itu adalah Keluarga yang punya rencana untuk masa depan anggota keluarga,” kata Puan.

    “Saya berharap dalam acara peringatan Harganas nantinya juga dapat berlangsung akrab seperti ini. Karena dengan suasana seperti ini, rasa kita sebagai satu keluarga besar Indonesia dapat semakin terasa,” tutur Menko PMK menutup sambutannya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.