Selasa, 14 Agustus 2018

PAN Buka Peluang Hadiri Pertemuan Jokowi dan Partai Koalisi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri buka puasa bersama di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Presiden Jokowi (kiri) didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri buka puasa bersama di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan tak menutup peluang partainya akan hadir dalam pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pimpinan partai koalisi.

    "Kami kalau diundang, Insya Allah hadir. Kalau diminta memberikan pandangan, kami berikan pandangan," kata Eddy di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca: Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Temui SBY Bahas Pilpres 2019

    Kendati begitu, Eddy mengatakan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung PAN akan ditetapkan melalui rapat kerja nasional. Rencananya, rakernas PAN akan diadakan pada pekan ketiga bulan ini di Jakarta. Sejauh ini, partainya masih memegang mandat untuk mengusung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon presiden. "Karena itu hasil rakernas 2017," ujarnya.

    PAN hingga kini belum menentukan arah dukungannya dalam pemilihan umum 2019. Eddy mengatakan partainya akan mengumumkan koalisi pada akhir Juli 2018.

    Selain PAN, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa juga belum memutuskan koalisi. Namun, muncul wacana ketiga partai akan membentuk poros ketiga di Pilpres 2019 untuk menyambut gagasan mencalonkan kandidat presiden selain Jokowi dan Prabowo Subianto.

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy sebelumnya mengatakan, sebelum 15 Juli 2018, pimpinan partai politik pendukung Jokowi akan berkumpul untuk membahas calon wakil presiden Jokowi.

    Pembahasan mengenai pendamping Jokowi dalam pemilu 2019 sudah harus dibahas secepatnya. Sebab, waktu pendaftaran pemilihan presiden akan dimulai pada 4 Agustus 2018.

    Baca: Soal Capres, Anies Baswedan: Jangan Salat Sebelum Azan Mulai

    Romy menuturkan, berdasarkan pengalaman dalam pilpres 2014, pembahasan cawapres bukan perkara mudah. Karena itu, Jokowi akan mulai membahas calon pendampingnya dalam pilpres 2019 sebelum 15 Juli.

    "Sebab, tidak bisa selesai 1-2 malam. Ini akan berjalan selama beberapa pertemuan," ucap Romy. "Sehingga, kalau pertemuan dilakukan terlalu mepet, maka ada hal-hal secara teknis sulit terkejar."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.