Soal Capres, Anies Baswedan: Jangan Salat Sebelum Azan Mulai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara peringatan HUT DKI Jakarta di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018. Anies tampil dengan baju adat Betawi dalam upacara HUT DKI Jakarta ke-491 itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara peringatan HUT DKI Jakarta di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018. Anies tampil dengan baju adat Betawi dalam upacara HUT DKI Jakarta ke-491 itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan di gedung Nusantara III DPR RI pada hari ini, Kamis 5 Juli 2018. Anies mengaku, dia dipanggil oleh Zulkifli untuk membahas soal reklamasi. Selain itu, Anies tidak menampik bahwa keduanya membahas soal politik dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

    "Pak Zulkifli memberikan petuah dan nasihat serta pesan kepada saya untuk terus memperhatikan dinamika politik," ujar Anies Baswedan di gedung Nusantara III DPR RI, Kamis 5 Juli 2018.

    Baca juga: JK Semobil dengan Anies, Zulkifli Hasan: Kan Bagus.

    Belakangan, nama Anies santer terdengar akan menjadi calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Saat ditanya kemungkinan maju sebagai capres jika mendapat tawaran, Anies tidak menjawab lugas. "Jadi aturannya kan jangan salat sebelum azan mulai," ujar Anies.

    Menurut Anies, urusan soal calon presiden dan calon wakil presiden adalah urusan ketua umum partai. "Tugas saya hanya berkerja untuk Jakarta," ujar dia. Saat ditanya apakah sudah ada tawaran-tawaran yang datang kepada dirinya, Anies terdiam cukup lama dan tersenyum penuh arti.

    Sementara itu, sebelum pertemuan berlangsung dengan Anies, Zulhas menyatakan bahwa PAN tetap akan mengusung empat nama sebagai calon presiden dari partainya, yakni Amien Rais, Soetrisno Bachir, Hatta Rajasa, dan Zulkifli Hasan.

    Baca juga: Pendukung Akan Deklarasi Anies Maju Pilpres 2019

    Mengenai nama Anies Baswedan yang muncul sebagai capres, Zulkifli menjawab normatif. "Itu kan aspirasi, ada yang mau Prabowo, ada yang mau Anies, Gatot, Jokowi jadi capres," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 5 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.