Minggu, 22 September 2019

Program Keahlian Ganda Dukung Revitalisasi SMK

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa kelas 11 jurusan listrik memasang panel sel surya di atap sekolah mereka di SMK Prakarya Internasional, Bandung, 30 Mei 2018. Pemasangan ini sebagai salah satu pembelajaran di bidang sumber energi berkesinambungan. TEMPO/Prima Mulia

    Siswa kelas 11 jurusan listrik memasang panel sel surya di atap sekolah mereka di SMK Prakarya Internasional, Bandung, 30 Mei 2018. Pemasangan ini sebagai salah satu pembelajaran di bidang sumber energi berkesinambungan. TEMPO/Prima Mulia

    INFO NASIONAL - Banyaknya guru yang memasuki pensiun, lambatnya penambahan guru baru, dan mendesaknya kebutuhan guru produktif menjadi alasan pentingnya diberlakukan Program Keahlian Ganda. Bisa kita bayangkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016, diperlukan 335.821 guru produktif. Saat itu, guru produktif di sekolah menengah kejuruan (SMK) hanya berjumlah 100.552 yang terdiri atas 40.098 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 60.482 guru bukan PNS.

    Dengan demikian, kekurangan guru produktif di SMK mencapai 235.269 orang. Kekurangan ini tersebar pada semua kompetensi keahlian. Dari jumlah guru produktif tersebut, sangat minim yang memiliki sertifikat kompetensi keahlian.

    Pemerintah Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden (inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia. Dalam inpres tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memerintahkan untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi tenaga pendidik. Agenda meningkatkan kompetensi dan jumlah tenaga pendidik sangat relevan untuk segera dilaksanakan, mengingat jumlah guru produktif di SMK masih sangat kurang.

    Masalah kekurangan guru harus segera dipecahkan. Penambahan jumlah guru dalam waktu segera tidaklah mungkin karena penerimaan guru baru membutuhkan proses cukup panjang. Hal itu mengingat arah orientasi program nasional revitalisasi SMK adalah mencetak lulusan yang memiliki ijazah serta sertifikat kompetensi keahlian. Karena itu, guru produktif SMK harus pula mempunyai sertifikat kompetensi keahlian. Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan melaksanakan Program Keahlian Ganda.

    Program tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan guru produktif dalam waktu singkat dengan cara memanfaatkan kelebihan guru normatif adaptif di SMA dan SMK. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nurzaman, para guru normatif dan adaptif diberi tawaran mengikuti program tersebut. Mereka harus mendaftar secara online melalui kepala sekolah dengan persyaratan cukup ketat. Selanjutnya peserta yang terpilih harus mengikuti pelatihan yang berlangsung selama setahun di Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, seperti PPPPTK BMTI Cimahi, PPPPTK BOE Malang, PPPPTK Pertanian Cianjur, dan lain-lain.

    Diklat keahlian ganda ini merupakan alih fungsi dari guru normatif dan guru adaptif ke guru produktif, seperti guru fisika, matematika, kimia, bahasa Inggris, untuk mempelajari materi pelajaran produktif, seperti mesin produksi, mesin konversi energi, elektronika, dan lain-lain. Para guru nonproduktif ini harus mempelajari perangkat pembelajaran sampai praktik, kemudian mengikuti tes online juga uji kompetensi sampai mereka mendapatkan sertifikat keahlian ganda dan berhak mengajak di mapel produktif.

    Salah satu PPPPTK yang melaksanakan kegiatan diklat keahlian ganda ialah PPPPTK BMTI, di Jalan Pasantren KM 2 Cimahi. Program Diklat Keahlian Ganda yang telah dilakukan sejak 2017. Pada 2018, juga dilaksanakan kegiatan Diklat Inservis Training bagi guru SMK yang dilaksanakan pada 4 Maret-5 Mei 2018. Paket keahlian yang diajarkan adalah elektronika industri, teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, desain pemodelam dan informasi bangunan, teknik tenaga surya, hidro dan angin (sha), juga teknik energi biomasa. Jumlah peserta yang mengikuti diklat tersebut adalah 134 orang guru.

    Selanjutnya, mulai 19 Mei-5 Juni 2018 peserta melaksanakan kegiatan program MUK dan UKK keahlian ganda. Di tengah kegiatan tersebut, yakni pada 7-19 Mei 2018, para guru mengikuti praktik kerja nyata di industri. Mereka ditempatkan di 16 industri yang relevan dengan program keahlian. Karena harapannya kelak terjadi link and match antara output siswa dan kebutuhan tenaga kerja di industri.

    Menurut Setdikjen GTK, setelah keluar dari diklat ini, peserta akan memperoleh dua sertifikat, yakni sertifikat pendidik yang baru dan sertifikat keahlian yang akan dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Karena itu, diklat tersebut dinamai Program Keahlian Ganda. Sasaran paket keahlian yang menjadi tujuan Program Keahlian Ganda adalah 51 paket keahlian yang dikelompokkan ke dalam bidang maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta teknologi dan rekayasa. Secara nasional, Program Keahlian Ganda telah menghasilkan lulusan sebanyak 10.056 guru produktif. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe