BPBD Banyuwangi: 415 Rumah Terdampak Banjir Bandang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dan relawan membersihkan rumahnya dari material pasir dan lumpur akibat banjir bandang di Desa Alas Malang, Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 23 Juni 2018. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 328 unit rumah rusak serta meninggalkan endapan lumpur dan pasir setinggi 1 meter di permukiman warga. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Warga dan relawan membersihkan rumahnya dari material pasir dan lumpur akibat banjir bandang di Desa Alas Malang, Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 23 Juni 2018. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 328 unit rumah rusak serta meninggalkan endapan lumpur dan pasir setinggi 1 meter di permukiman warga. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Lumajang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mendata rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di empat dusun Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ada 23 rumah yang mengalami rusak parah dari total 415 rumah yang terdampak banjir.

    Kerusakan yang dialami rumah-rumah tersebut beragam, mulai kerusakan ringan hingga berat. Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana merinci rumah yang mengalami rusak berat berjumlah 23 unit. Kategori rumah rusak berat adalah yang mengalami ambruk, jebol, dan roboh.

    "118 rumah rusak sedang dengan kerusakan lumpur masuk rumah dengan ketinggian 20-100 sentimeter (cm). Sedangkan sisanya yang 274 mengalami rusak ringan. Itu update terakhir kami," kata Fajar melalui rilis yang diterima Tempo pada Ahad, 24 Juni 2018.

    Baca: Ketinggian Lumpur Banjir Bandang Banyuwangi Mencapai 1 Meter

    Fajar menjelaskan, data itu didapat dari pendataan langsung tim BPBD ke rumah warga. "Jadi bukan hanya berdasar laporan semata, tapi tim kami turun mendata satu-satu untuk melihat kerusakannya, juga kami dokumentasikan," ujarnya.

    Hari ini, tim BPBD sedang berkonsentrasi membersihkan jalan utama Gambor, yang merupakan jalur alternatif Banyuwangi-Jember. Ada 12 dump truck dan empat ekskavator yang dikerahkan untuk mengambil material dan sedimen yang tersisa.

    "Meski jalannya sudah kita bersihkan. Namun, untuk sementara masih tertutup untuk umum. Kita gunakan dulu untuk jalur operasional alat berat dan dump truck," ucap Fajar.

    Baca: Banjir Bandang Banyuwangi Saat Kemarau, Ini Penjelasan BNPB

    Tim BPBD Banyuwangi juga dibantu personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Batu, Jember, dan Pemprov Jawa Timur, yang totalnya mencapai 35 orang. Selain membersihkan jalan, BPBD selama dua hari ini memprioritaskan membersihkan fasilitas umum, seperti masjid, agar segera bisa digunakan kembali oleh publik.

    "Setelah itu, baru konsentrasi membersihkan rumah-rumah warga. Ini yang agak memakan waktu karena harus manual. Pada tahap ini, kita tidak hanya butuh tenaga, tapi juga butuh alat pendukung, seperti sekop, linggis, cangkul, dan alat pengangkut material," tutur Fajar.

    Karena itu, Fajar berharap relawan yang datang juga membawa peralatan. "Relawan yang datang diharap membawa alat-alat kerja. Yang tidak bawa, mohon membantu hal lain saja. Ini agar kerja penanganan lebih efektif," katanya.

    Baca: Cerita Bupati Azwar Anas Soal Pemicu Banjir Bandang di Banyuwangi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.