Demokrat Optimistis Pilkada Jawa Barat Berlangsung Aman

Reporter:
Editor:

Vindry Florentin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan kertas suara yang rusak saat pelipatan kertas suara Pilkada Jateng pada hari kedua di Kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, 20 Mei 2018. KPU Kabupaten Pekalongan menyortir kertas suara Pilkada Jateng sebanyak 734.298 kertas suara dengan melibatkan 63 petugas yang ditargetkan selesai selama empat hari dan pada kedua telah ditemukan sekitar 2.000 kertas suara rusak. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Petugas menunjukkan kertas suara yang rusak saat pelipatan kertas suara Pilkada Jateng pada hari kedua di Kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, 20 Mei 2018. KPU Kabupaten Pekalongan menyortir kertas suara Pilkada Jateng sebanyak 734.298 kertas suara dengan melibatkan 63 petugas yang ditargetkan selesai selama empat hari dan pada kedua telah ditemukan sekitar 2.000 kertas suara rusak. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara optimistis pemilihan kepala daerah atau pilkada Jawa Barat akan berlangsung aman dan kondusif. Asalkan, kata dia, Komisi Pemilihan Umum, peserta pilkada, dan semua elemen berkomitmen mewujudkan kondisi itu.

    "Kami menganggap Jabar ini sangat kondusif asal semua fatsun dengan kondisi yang ada," katanya kepada Tempo, Senin, 18 Juni 2018.

    Baca: Calon Gubernur Dilarang Bahas Pilpres di Debat Pilkada Jawa Barat

    Menurut Irfan, pilkada Jawa Barat juga akan aman lantaran melibatkan banyak orang sebagai saksi dan petugas keamanan. Koalisi pengusung pasangan calon Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, misalnya, menyiapkan 10 orang yang akan bertugas di tempat pemungutan suara (TPS). "Dua orang menjadi saksi di dalam, sisanya di luar TPS," ujar Irfan.

    Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat ini mengatakan akan ada sekitar satu juta saksi yang dikerahkan koalisi Demokrat, Golkar, Perindo, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini. Dengan adanya empat pasangan calon dalam pilkada Jawa Barat, dia memperkirakan total saksi berjumlah empat juta orang.

    "Penyelenggaraan pilkada kali ini betul-betul dipantau oleh masyarakat jadi jangan ada yang coba-coba ingin melakukan manuver di sini," ucap Irfan.

    Baca juga: Tim Deddy Mizwar Minta KPU Jamin Keamanan Debat Pilgub Jabar

    Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut Jawa Barat sebagai salah satu daerah rawan saat pilkada. Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan pemetaan itu berdasarkan letak geografis, jumlah penduduk, dan adanya sejarah konflik. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Abhan juga menyatakan pilkada Jawa Barat rawan hoax atau isu berkonten negatif.

    Irfan mengatakan partainya juga akan melakukan antisipasi lain terkait dengan keamanan pilkada. Pada masa tenang nanti, dia melanjutkan, setiap pengurus ranting akan ditugaskan siaga di kantor masing-masing dan memantau keamanan. Irfan menuturkan langkah itu sekaligus untuk membantu aparat kepolisian.

    "Mereka diminta stand by di kantor ranting dan mengaktifkan ronda malam. Takut ada yang mau mengacaukan pilkada, makanya kami mengambil inisiatif itu," tuturnya.

    Pilkada serentak akan berlangsung pada 27 Juni mendatang. Pilkada Jawa Barat diikuti empat pasangan calon, yakni Ridwan Kamil-Uu Rizhanul Ulum, TB Hasanuddin-Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

    BUDIARTI PUTRI | ALFAN HILMI | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.