Kamis, 20 September 2018

Tim Pencari Temukan Dua Korban Kapal Tenggelam di Makassar

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. Alexander Koerner/Getty Images

    Ilustrasi kapal tenggelam. Alexander Koerner/Getty Images

    TEMPO.CO, Makassar - Dua dari delapan orang korban kapal tenggelam, KM Arista di perairan Makassar, Selat Gusung pada Rabu, 13 Juni 2018, kembali ditemukan tim penyelamat sudah menjadi jenazah.  Korban yang ditemukan Tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pelabuhan Makassar adalah Soraya, 6 tahun, dan Indriani, 7 tahun.

    Awalnya, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Jalla Ammari TNI Angkatan Laut. “Namun dipindahkan ke RS Bayangkara," ujar Koordinator Rescuers SAR Gabungan Nasaruddin, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Juni 2018. Hingga kini, jumlah sementara korban meninggal dunia dari kecelakaan itu menjadi 15 orang.

    Baca:
    Kapal Tenggelam di Selat Makassar, 13 Penumpang Tewas
    Kapal Kodam Jaya Tenggelam di Kepulauan ...

    KM Arista tenggelam pada Rabu, 13 Juni 2018 pukul 12.45 di perairan perairan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah Makassar. Kapal yang dinakhodai Kila dengan puluhan penumpang itu, bergerak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo Makassar Kecamatan Sangkarrang, Makassar. Di perjalanan, kapal karam karena diduga muatan berlebihan.

    Korban tewas kapal tenggelam selain dua bocah itu adalah Rita, 31 tahun; Asriani (6), Marani (48), Marwah (42), Rahman (6), Dalima (46), Nio (50), dan Arsyam (1) yang ditemukan di sekitar Pelabuhan Paotere. Lima korban tewas lainnya, yakni Sitti Aminah (60), Rahmawati (8), Arini (30), Rusdiana (37), dan Suryani (35) ditemukan di Pulau Barrang Lompo.  Korban selamat sebanyak 22 orang.

    Kedua jasad bocah itu ditemukan tanpa sengaja lewat tengah malam, sesaat ketika petugas akan mengikat bangkai kapal nelayan agar tidak bergerak di lokasi kejadian untuk memudahkan pencarian. Malam itu telah ada instruksi untuk menghentikan pencarian para korban untuk dilanjutkan pada hari ini.

    Baca: Panglima TNI: Kasus Tank dan Kapal ...

    Namun saat hendak diikat, tim melihat ada kaki di dalam kapal itu, sehingga tim KPLP untuk mengangkat kedua jenazah anak itu. Keduanya ditemukan terjepit di sekitar mesin kapal tempat penampungan solar. “Kulitnya menghitam karena terkena solar."
    ,
    Pagi ini tim gabungan melanjutkan pencarian dimulai dari Dermaga Pelabuhan Rakyat Paotere. Tim gabungan terdiri dari SAR Unhas, SAR UNM, BPBD Makassar, Damkar, Kepolisian, KPLP, PMI, Basarnas, TNI AL, dan tim penyelam. Mereka menyisir lokasi kecelakaan dengan dua kapal motor milik Basarnas, dibantu dua kapal rakit bermotor. Tim gabungan mencari enam korban kapal tenggelam lainnya yang belum ditemukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.