Kamis, 20 September 2018

Persiapan Salat Idul Fitri di Denpasar Libatkan Pecalang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan umat Islam menggelar Shalat Id saat Hari Raya Idul Adha di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, 1 September 2017. Shalat Idul Adha biasanya lebih ramai dibandingkan Shalat Idul Fitri karena banyak warga Muslim yang tidak pulang kampung. Johannes P. Christo

    Ribuan umat Islam menggelar Shalat Id saat Hari Raya Idul Adha di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, 1 September 2017. Shalat Idul Adha biasanya lebih ramai dibandingkan Shalat Idul Fitri karena banyak warga Muslim yang tidak pulang kampung. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Denpasar dan sekitarnya menyiapkan sekitar 22 lokasi sebagai tempat pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah. Ada 10 lokasi di antaranya yang dilaksanakan di lapangan terbuka.

    "Lokasi salat yang akan digelar Jumat pagi (15 Juni) itu di luar masjid-masjid besar yang juga dijadikan tempat salat Idul Fitri," kata Ketua PHBI Kota Denpasar dan sekitarnya, Said Dudin di Denpasar pada Kamis, 14 Juni 2018.

    Baca: Hari Raya Idul Fitri: 3 Jurus Menggelar Pesta di Rumah Mungil

    Adapun 10 lokasi lapangan terbuka tersebut antara lain lapangan GOR Ngurah Rai Denpasar, lapangan Niti Mandala Renon, Lapangan Niti Praja Lumintang, kompleks perguruan Muhammadiyah Denpasar dan lapangan Perumnas Monang-Maning Denpasar.

    Menurut Said, lapangan dan masjid yang dipersiapkan untuk salat Idul Fitri bagi umat muslim Denpasar dinilai sangat memadai. "Karena sebagian besar umat Islam mudik ke Jawa maupun daerah lainnya di Indonesia" ujarnya.

    PHBI Kota Denpasar pun telah melakukan berbagai persiapan, seperti berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian Daerah Bali menyangkut dengan pengamanan seluruh rangkaian Lebaran. Sejauh ini, menurut Said, persiapan berjalan lancar berkat kerja sama dengan semua pihak, termasuk petugas keamanan desa adat (pecalang).

    Baca: Jemaah Naqsabandiyah di Mataram Rayakan Idul Fitri Hari Ini

    Said mengatakan keterlibatan pecalang dalam pelaksanaan salat Idul Fitri mencerminkan rasa kebersamaan, kerukunan yang mantap dan kokoh yang selama ini dapat diwujudkan di Pulau Dewata. "Kerukunan antarumat beragama di Bali diwarisi secara turun temurun yang hingga kini dapat terpelihara dengan baik," ujarnya.

    Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Henky Widjaja mengatakan pihaknya melibatkan 1.830 personel untuk melakukan pengamanan dan patroli Idul Fitri di Kota Denpasar dan sekitarnya guna mencegah terjadinya aksi kejahatan pencurian rumah kosong selama libur panjang.

    "Sesuai arahan bapak Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose mengimbau kepada masyarakat yang melakukan mudik lebaran, agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam terkunci dengan baik," kata Henky.

    Baca: Ratusan Napi di Nusakambangan Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.