Bupati Tulungagung Menyerahkan Diri ke KPK

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon bupati/wakil bupati petahana Syahri Mulyo (kiri) dan Maryoto Bhirowo (kedua kiri) menyampaikan pernyataan usai penyerahan persyaratan administrasi pendaftaran pilkada di KPU Tulungagung, Jawa Timur, 8 Januari 2018. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

    Pasangan calon bupati/wakil bupati petahana Syahri Mulyo (kiri) dan Maryoto Bhirowo (kedua kiri) menyampaikan pernyataan usai penyerahan persyaratan administrasi pendaftaran pilkada di KPU Tulungagung, Jawa Timur, 8 Januari 2018. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo telah menyerahkan diri. Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, Syahri datang ke gedung Merah Putih, Kuningan, pukul 21.30. "Saat ini sedang berada di ruang pemeriksaan KPK," kata Febri lewat keterangan tertulisnya, Sabtu, 9 Juni 2018.

    Pada Jumat dinihari, 8 Juni 2018, KPK menetapkan Syahri dan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur. Namun KPK belum berhasil menangkap keduanya saat itu.

    Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Tulungagung dan Wali Kota Blitar Tersangka

    Kemarin, Samanhudi pun menyerahkan diri ke KPK pada pukul 18.30 dan langsung diperiksa penyidik secara intensif hingga pukul 01.30. Kini giliran Syahri yang datang ke gedung Merah Putih setelah ditunggu-tunggu kedatangannya oleh KPK. Calon bupati inkumben dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sebelumnya sudah diwanti-wanti partai dan KPK untuk segera menyerah.

    KPK menduga Samanhudi menerima suap Rp 1,5 miliar dari pihak swasta bernama Susilo melalui pihak swasta bernama Bambang Purnomo terkait dengan proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. KPK menduga fee itu bagian dari 8 persen yang menjadi jatah untuk wali kota dari total fee 10 persen yang disepakati.

    Baca juga: Kronologis OTT KPK di Blitar dan Tulungagung

    Adapun di Tulungagung, KPK menduga Susilo memberikan suap Rp 1 miliar kepada Syahri melalui pihak swasta Agung Prayitno. KPK menduga pemberian itu terkait dengan fee proyek infrastruktur peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

    Febri mengatakan KPK menghargai penyerahan diri Syahri. "Penyerahan diri tersebut akan berimplikasi lebih baik bagi tersangka ataupun proses penanganan perkara itu sendiri," kata dia.

    Baca juga: KPK Duga Bupati Tulungagung Terima Suap Rp 2,5 Miliar

    Simak kabar terbaru tentang Bupati Tulungagung yang menyerahkan diri ke KPK hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.