Cerita JK yang Dilarang Makan dan Minum ketika Ramadan di Spanyol

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbuka puasa bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (MDI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 25 Mei 2018. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbuka puasa bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (MDI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 25 Mei 2018. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbuka puasa dengan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Di depan Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie dan Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Abu Rizal Bakrie, JK bercerita pengalamannya berpuasa di Turki dan Spanyol.

    JK bercerita pengalaman puasa saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) di Istanbul, Turki, pada 18 Mei 2018. Awalnya, JK mengira pertemuan, yang dimulai menjelang berbuka puasa, akan dihentikan sementara untuk beribadah. "Tapi setelah itu, terus aja bicara," kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

    Baca: Buka Puasa Bersama DMI, JK Cerita Obrolan dengan Raja Salman

    Situasi ini, menurut JK, berbeda dengan yang ada di Indonesia. Pertemuan-pertemuan formal di Indonesia, kata dia, biasanya akan dihentikan sementara untuk beribadah setelah memasuki waktu berbuka puasa. Kata JK, peserta acara pasti akan protes jika tak ada rehat untuk menunaikan ibadah.

    JK juga bercerita soal pengalamannya di Spanyol sekitar 10 tahun lalu. Dia memutuskan tak berpuasa karena melakukan perjalanan jauh. Dia bertolak dari Amerika Serikat menuju Kota Madrid, Spanyol. Ia sempat singgah di Frankfurt, Jerman, untuk transit.

    Setiba di Spanyol, JK dan rombongannya memasuki restoran dan memesan minuman. Seorang pelayan, JK bercerita, sempat menanyakan apakah rombongan yang datang beragama Islam. Pertanyaan itu setelah pelayan tersebut melihat beberapa orang dalam rombongan menggunakan kopiah.

    Baca: Ceramah Tarawih, JK Sebut Pentingnya Kerja Sama Ulama dan Umara

    Pelayan itu melarang rombongan JK untuk makan dan minum. Sebabnya, saat itu adalah waktu berpuasa bagi orang muslim. Meski melakukan perjalanan jauh, JK mengatakan, pelayan itu berkukuh bahwa seorang muslim harus tetap berpuasa meski bepergian menggunakan pesawat atau mobil.

    Di Spanyol, kata JK, melakukan perjalanan jauh dengan pesawat dan mobil tidak masuk dalam kategori musafir. Jika mereka berjalan dengan unta melewati padang pasir sejauh 80 kilometer di bawah terik matahari, kata JK meniru perkataan pelayan itu, baru bisa dikategorikan musafir dan tidak diwajibkan berpuasa.

    Menurut dia, perjalanan jauh itu bukan tentang jarak melainkan kesulitannya. "Wakil presiden justru harus kasih contoh," kata JK menirukan ucapan pelayan tersebut.

    JK pun berjanji akan berpuasa pada esok harinya. Dengan janji itu pelayan tersebut akhirnya bersedia memberikan makanan dan minuman untuk JK dan rombongannya. "Saya dapat pelajaran agama justru di Spanyol," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.