Berkunjung ke KPK, Novel Baswedan Bicara Kesehatan Matanya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 28 Mei 2018. Kedatangan Novel Baswedan tersebut dalam rangka serah terima jabatan Ketua Wadah Pegawai KPK periode 2018-2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 28 Mei 2018. Kedatangan Novel Baswedan tersebut dalam rangka serah terima jabatan Ketua Wadah Pegawai KPK periode 2018-2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesehatan mata penyidik senior Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan semakin membaik. Saat berkunjung ke Gedung Merah Putih KPK, Senin, 28 Mei 2018, Novel menuturkan perkembangan proses pemulihan matanya.

    "Alhamdulillah, pemeriksaan terakhir kemarin, saya ke Singapura, mata kiri saya semakin membaik, diharapkan bisa menjadi tumpuan untuk penglihatan," ujar Novel. Namun, kata dia, kondisi saraf mata sebelah kiri masih lemah, sehingga masih butuh operasi.

    Baca: Novel Baswedan Melepas Jabatan Ketua Wadah Pegawai KPK

    Menurut Novel, kondisi mata kanan tidak seiring dengan mata kiri yang terus membaik. Ia mengatakan, mata kanannya masih membutuhkan banyak pengobatan.

    Novel mengatakan, ada pembuluh darah yang tumbuh di bagian kornea. Menurut dokter, kata Novel, tidak ada harapan lebih jauh lagi, kecuali mengupayakan untuk kembali stabil. "Kalau bagian kanan masih banyak masalah karena ada pembuluh darah yang tumbuh di bagian kornea," ujarnya.

    Mata Novel Baswedan hampir buta karena disiram air keras orang tak dikenal pada 11 April 2017. Novel diserang saat berjalan pulang ke rumah seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Sejak itu, Novel harus menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura.

    Baca: Novel Baswedan Berharap Mukjizat Sebelum Balik ke KPK

    Novel Baswedan menyebutkan setiap bulan dia melakukan cek kontrol mata. Selain itu, Novel juga masih melakukan rawat jalan. "Mohon doannya agar sembuhnya tambah cepat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.