Oesman Sapta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kampung Beting

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR di kampung Beting, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, 28 Mei 2018.

    Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR di kampung Beting, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, 28 Mei 2018.

    INFO MPR - Kampung Beting adalah nama sebuah wilayah terkenal di kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Kampung ini dikenal dengan stigma negatif yang dilekatkan dengan nakoba. Tapi kini, Kampung Beting mulai mengikis stigma itu. Di kampung inilah Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR kepada masyarakat setempat, Senin, 28 Mei 2018.

    Oesman Sapta mengingatkan masyarakat setempat tentang bahaya narkoba. "Saya sedih mendengar cerita tentang kesan terhadap kampung ini yang negatif. Tapi sekarang (kesan itu) mulai surut dan menyusut karena banyak orangtua yang tidak rela anaknya terkena narkoba," kata Oesman.

    Menurut Oesman, narkoba adalah barang jahanam yang mesti dihancurkan. Ia mengajak hadirin meneriakan hancurkan ketika dirinya menyebut kata narkoba. Beberapa kali Oesman pun menyebut narkoba dan kemudian dijawab hancurkan oleh masyarakat Beting.

    "Hanya dengan menghancurkan narkoba, anak-anak bisa selamat," ujar Oesman, tegas.

    Menurut Oesman, negara sedang dirongrong oleh negara asing yang ingin merebut kekayaan alam dan sumber daya Indonesia. Mereka melakukan intervensi melalui narkoba.

    "Tapi saya yakin dengan hati nurani kita dapat menghancurkan narkoba. Saya percaya masyarakat Beting sangat mencintai anak cucunya," ucapnya.

    Sosialisasi Empat Pilar MPR imi merupakan kerjasama MPR dengan Forum Masyarakat Anti Narkoba. Selain Oesman, narasumber sosialisasi kali ini adalah Zainuttauhid Sa'adi dari Fraksi PPP.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.