Lola Amaria Ingin Mediasi dengan LSF Terkait Film Lima

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lola Amaria

    Lola Amaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Produser Film Lima, Lola Amaria menginginkan adanya mediasi antara masyarakat, sutradara film, dan Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia mengenai keputusan lembaga itu memberikan lulus sensor 17 tahun kepada Film Lima.

    Lola mengajak kepada masyarakat yang mempertanyakan keputusan itu lewat mediasi supaya Film Lima bisa lolos sensor untuk 13 tahun ke atas.

    "Kami memohon kepada semua pihak yang mempertanyakan keputusan LSF untuk berupaya melakukan mediasi yang berasal dari inisiatif masyarakat, dengan semangat musyawarah untuk mufakat," kata Lola dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 26 Mei 2018.

    Baca juga: Film 'Jingga' Karya Lola Amaria Jadi Kajian Khusus di Jerman  

    Film Lima merupakan film bertemakan Pancasila yang bergenre drama realis berdasarkan kejadian nyata. Film ini digarap oleh lima sutradara yang berbeda. Masing-masing sutradara tersebut nantinya akan memvisualisasikan satu sila yang kemudian dijahit menjadi satu cerita utuh dalam sebuah film.

    Rencanya film ini akan lauching pada 1 Juni 2018 mendatang. LSF memutuskan memberikan rating sensor untuk 17 tahun ke atas terhadap film ini, padahal film ini ditujukan kepada penonton muda Indonesia.

    Menurut Lola, LSF merasa keberatan dengan salah satu bagian film Lima khususnya pada adegan di Sila 1. LSF, kata dia, meminta produser dapat melakukan revisi jika ingin mendapat lolos sensor di atas 13 tahun. Adapun revisi itu khusus pada adegan itu karena dikhawatirkan berpotensi memunculkan kontroversi di masyarakat.

    Lola mengatakan, tim produser film telah bertemu dengan LSF untuk melakukan audiensi dan bernegosiasi terkait keputusan itu. Menurut Lola, pihak tim produser telah meminta LSF memberikan lolos sensor untuk penonton 13 tahun ke atas.

    Baca juga: Film Lola Amaria Sukses di Italia, Apa Itu?

    "Dikarenakan tidak ada titik temu, dan kebutuhan untuk tayang di seluruh bioskop nasional dalam beberapa hari mendatang, maka kami tidak punya pilihan lain selain menerima keputusan tersebut," kata dia.

    Meski demikian, Lola Amaria berterima kasih kepada LSF yang telah bekerja secara professional dan amanah dalam menjalankan tugas. Apalagi, tidak mudah memberikan keputusan sensor terhadap ratusan atau mungkin ribuan film yang beredar di masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.