Buka Bersama Relawan Gojo, Jokowi Pakai Jaket Kuning Asian Games

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto olahraga pagi di komplek Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 24 Maret 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto olahraga pagi di komplek Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 24 Maret 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara ngobrol santai dan buka puasa bersama relawan Golkar Jokowi di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

    Jokowi tiba di kantor DPD Golkar pada pukul 16.50 WIB. Jokowi turun dari mobilnya dan terlihat mengenakan jaket Asian Games berwarna kuning terang, warna khas partai berlambang pohon beringin itu. Ia datang bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

    Baca: Presiden Jokowi Pakai Jaket Asian Games 2018, Ini Alasannya

    Kedatangan Jokowi pun langsung disambut Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Koordinator bidang Hubungan Eksekutif-Legislatif Partai Golkar Idrus Marham, dan sejumlah politikus Golkar sambil diiringi alunan musik dari rebana.

    Sebelum mengawali acara, Jokowi diminta menandatangani sebuah prasasti yang menandai berdirinya Ruang Jokowi di kantor tersebut. Selanjutnya, Jokowi dan Airlangga menuju lantai 3 gedung untuk memulai acara ngobrol santai. "Selamat datang kepada Bapak Presiden yang sudah hadir di rumah Golkar," kata Airlangga mengawali pidatonya.

    Jokowi bukan kali pertama memamerkan jaket bertema Asian Games 2018. Pertama kali, ia memakai jaket itu ketika menerima kunjungan perwakilan siswa-siswi OSIS SMA berprestasi di Istana Kepresidenan, Bogor. Ia memakai jaket untuk mempromosikan ajang olahraga terbesar di Asia itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.