Lukman Hakim Saifudin Akui Kesulitan Pantau PNS di Kementeriannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Forum Indonesia Guyub membentangkan sejumlah spanduk saat menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk korban bom  Surabaya dan Mako Brimob di depan Patung Kuda, Jakarta, 15 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Massa yang tergabung dalam Forum Indonesia Guyub membentangkan sejumlah spanduk saat menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk korban bom Surabaya dan Mako Brimob di depan Patung Kuda, Jakarta, 15 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui keterbatasan  memantau aktifitas keseharian pegawai negeri sipil (PNS) di kementeriannya. "Kami punya keterbatasan untuk bisa mengetahui secara persis aktivitas keseharian dari setiap PNS di luar jam kerja," kata dia di kantornya, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

    Lukman menyampaikannya setelah membenarkan istri terduga teroris terkait bom di Surabaya, Budi Satrijo, yang ditembak mati Tim Densus 88. adalah PNS Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Timur. "Ya, informasi yang kami dapatkan dari Kanwil Jawa Timur.”

    Baca: Istri Terduga Teroris ASN di Kemenag, Lukman Hakim: Ada Sanksi ...

    Kepastian itu diperoleh setelah dicek oleh Inspektorat Jenderal yang khusus mengkonfirmasi masalah ini. “Kami terjunkan aparat, memang betul. Terkonfirmasi."

    Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menindak 13 orang yang diduga melakukan teror di wilayah Surabaya dan Sidoarjo pada Senin, 14 Mei 2018. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan 13 penindakan antisipatif itu untuk melawan teroris. "Kami melakukan penindakan pada Senin dinihari pukul 02.30 sampai 16.45." Salah satunya adalah suami PNS Kementerian Agama.

    Baca: Menag Lukman Hakim Saifuddin: Hormati Wanita Bercadar

    Lukman mengatakan akan memberikan sanksi kepada semua PNS Kementerian Agama yang jelas terbukti melanggar hukum, sumpah, dan semua regulasi. Menteri juga berjanji akan semakin berhati-hati merekrut PNS untuk lembaganya supaya kejadian serupa tidak terulang.

    "Kami akan lebih waspada dalam rekrutmen PNS baru," ujar Menteri Lukman Hakim Saifudin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.