Mahasiswa Belajar Banyak dari Festival Konstitusi dan Antikorupsi 2018

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Banyak Belajar dari Festival Konstitusi dan Antikorupsi 2018

    Mahasiswa Banyak Belajar dari Festival Konstitusi dan Antikorupsi 2018

    INFO NASIONAL - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Siti Fauizah mengatakan festival hasil kerja sama MPR, Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Universitas Sumatera Utara, sebagai unsur perguruan tinggi, sangat luar biasa dampaknya kepada pengunjung, terutama para mahasiswa.

    "Saya melihat, dari tiga kali penyelenggaraan, banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru terkait dengan korupsi yang diserap mahasiswa. Padahal, hal baru itu merupakan keseharian mahasiswa, bahkan sudah dianggap biasa.  Misalnya, dalam hal nitip absen atau minta diabseni teman, itu korupsi juga. Bolos kuliah juga termasuk korupsi. Ini memang hal kecil, tapi jika dibiasakan, mahasiswa akan makin meningkat perilaku korupsinya di masa depan," ujarnya saat ditemui setelah Festival Konstitusi dan Antikorupsi 2018 di auditorium USU, Selasa, 15 Mei 2018.

    Siti melihat banyak mahasiswa yang terhenyak menyadari hal-hal sepele dan kecil yang ternyata masuk kategori korupsi. Ddampak ke depannya sangat berbahaya buat diri mereka, apalagi mereka adalah generasi muda penerus kepemimpinan bangsa.

    "Saya rasa festival ini harus secara kontinyu diselenggarakan di berbagai kampus di Indonesia sebab sangat positif untuk mahasiswa. Apalagi kerja sama tiga lembaga negara ini, MPR, MK, dan KPK, sangat pas dan solid. KPK dalam bidang pemberantasan korupsi, MK dalam bidang hukum penyelesaian sengketa konstitusi, MPR dalam bidang legislasi. Seperti diketahui, anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD, jadi sinergitas tiga lembaga ini sangat pas," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Siti juga menjelaskan, dalam momen festival ini, MPR melalui Biro Humas Setjen MPR juga membuat booth pameran MPR. Booth MPR mendapat respons luar biasa dari pengunjung mahasiswa. Di booth MPR, pengunjung bisa memperoleh berbagai informasi seputar MPR, mulai program MPR hingga profil pimpinan dan anggota.

    "Di booth MPR, kita sekaligus memperkenalkan berbagai hal seputar MPR, termasuk seputar Sosialisasi Empat Pilar MPR berikut metode-metode penyampaiannya yang ternyata banyak menarik keingintahuan pengunjung," tuturnya.

    Di booth MPR, tim Humas Setjen MPR juga mengadakan kuis berupa pertanyaan seputar MPR, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, juga tantangan, seperti menyanyikan lagu-lagu perjuangan, mengucapkan isi Pancasila, dan isi pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

    "Antusisme para mahasiswa luar biasa. Saya dan tim humas sampai kewalahan memberikan berbagai pertanyaan dan tantangan.  Walaupun ada beberapa yang masih salah-salah atau keliru dalam menjawab, mereka berusaha keras mempelajari. Alhamdulillah masih banyak juga mahasiswa yang betul-betul baik pengetahuannya seputar MPR dan seputar bangsa. Melihat ini, kami positif percaya dengan terus belajar dan berupaya sungguh-sungguh, generasi muda Indonesia mampu memahami nilai-nilai luhur bangsanya untuk modal mereka sebagai penerus kepimpinan bangsa," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.