ITS Bantah Pecat Dosen Simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia

Rektor ITS Joni Hermana memberikan ijazah Doktor Honoris Causa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Graha ITS, Surabaya, 10 November 2017. TEMPO/Nur Hadi

TEMPO.CO, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya mengklarifikasi pernyataan Menristekdikti Mohamad Nasir kepada media mengenai adanya dosen dan dekan di ITS yang dipecat. Dugaan pemecatan itu dilakukan karena terlibat dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI yang dilarang oleh pemerintah.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana membantah bila ITS telah memecat ketiga dosen yang diberitakan itu dari status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Benar ada dugaan atas kasus tersebut dan kami sedang melakukan penyelidikan kepada mereka, namun dua dosen dan satu dekan tersebut statusnya tidak dipecat dari status PNS,” ujarnya kepada para jurnalis di gedung rektorat, Selasa, 15 Mei 2018.

Tiga dosen ITS yang muncul di meme dan beredar di media sosial adalah Prof Daniel M. Rosyid (Guru Besar Teknologi Kelautan), Arif Rahmadiansah (Kepala Laboratorium Teknik Fisika), dan Lukman Noerochim (Kaprodi Pascasarjana Teknik Material).

Mereka menjadi perbincangan di media sosial lantaran foto ketiganya muncul dengan hashtag #HTILayakMenang menjelang sidang banding ormas tersebut di Peradilan Tata Usaha Negara Senin, 7 Mei 2018 silam.

Joni menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan untuk membuktikan keterlibatan para dosen tersebut. Untuk itu, ia hanya memberhentikan secara sementara dari jabatan strukturalnya. Yang jelas, ketiganya masih mengajar di ITS.

Mantan dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan itu meyakini adanya kesalahan awak media dalam mengutip pernyataan Menristekdikti Nasir di Hotel Sari Pan, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Joni mengaku telah berkomunikasi dengan Menristekdikti lantaran memecat seseorang dari status PNS-nya itu tidaklah mudah. “Kita harus memeriksa pelanggaran tersebut, mengacu pada pelanggaran apa, itu harus detail,” tuturnya.

Menurut Joni, ITS saat ini juga sudah membentuk tim Bina Khusus untuk mengaji lebih dalam terhadap dosen dan dekan ITS yang terlibat dengan HTI. Tim Bina Khusus itu terdiri dari Wakil Rektor, dari biro hukum, para wakil dekan, dan beberapa ahli lainnya. “Mereka akan menyelidiki kasus ini dan akan memberikan arahan kepada saya untuk selanjutnya saya usulkan kepada Pak Menteri,” ucap dia.

Makanya, Guru Besar Teknik Lingkungan itu tidak mau ITS diklaim sebagai kampus radikal. Ia mendorong para mahasiswa agar tak takut untuk mempelajari agama mereka sendiri. Walaupun ITS belakangan juga dikaitkan dengan beberapa terduga pelaku terorisme di Surabaya dan Sidoarjo.

Salah satunya ialah Budi Satrijo, terduga terorisme yang dibekuk Densus 88 di Perumahan Puri Maharani, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Senin lalu. Ia tercatat sebagai mahasiswa program studi S1 Teknik Kimia tahun 1988 dan lulus pada tahun 1996.

“Sebagai alumnus yang lulus 22 tahun yang lalu, seluruh aktivitas yang bersangkutan tentunya di luar sepengetahuan ITS dan semua merupakan tanggungjawab pribadi masing-masing di depan hukum,” katanya.






ITS Gandeng Unhas, BRIN, Petrokimia Kembangkan Sorgum Unggul

3 hari lalu

ITS Gandeng Unhas, BRIN, Petrokimia Kembangkan Sorgum Unggul

Sorgum unggul ini dibangun dari persilangan dan genome editing menggunakan pendekatan bioinformatika untuk mendapatkan varietas unggul.


Bantu Kinerja TNI AL, ITS Kembangkan Lampu Morse Otomatis

17 hari lalu

Bantu Kinerja TNI AL, ITS Kembangkan Lampu Morse Otomatis

Inovasi mahasiswa ITS tersebut muncul untuk menyelesaikan masalah lampu komunikasi di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang masih manual.


Kiat Berkarier di Bidang IT dari CEO SEMIVA

17 hari lalu

Kiat Berkarier di Bidang IT dari CEO SEMIVA

Simak tips dari CEO SEMIVA untuk berkarier di bidang IT.


Pembuatan Komponen Lokal Laptop Merah Putih Dimulai dari Casing

23 hari lalu

Pembuatan Komponen Lokal Laptop Merah Putih Dimulai dari Casing

Konsorsium perguruan tinggi mengaku tidak mendapatkan dana khusus untuk pengembangan komponen lokal bagi laptop Merah Putih.


ITS-Unair Kembangkan Alat Audiometri Portable untuk Cek Gangguan Pendengaran

30 hari lalu

ITS-Unair Kembangkan Alat Audiometri Portable untuk Cek Gangguan Pendengaran

ITS dan Unair mengembangkan alat pemeriksaan pendengaran Audiometri yang portable dan sesuai dengan standar kesehatan.


Tim Robot Ichiro ITS Boyong 13 Penghargaan di FIRA HuroCup 2022

31 hari lalu

Tim Robot Ichiro ITS Boyong 13 Penghargaan di FIRA HuroCup 2022

Dalam kompetisi HuroCup berfokus pada pengembangan bidang robotika ini tim ITS membuat desain capit yang efisien. Seperti apa?


Perkuat Dana Abadi, Alumni ITS Sumbang Rp 1 Miliar

39 hari lalu

Perkuat Dana Abadi, Alumni ITS Sumbang Rp 1 Miliar

Ikatan Alumni ITS menyumbang Rp 1 miliar untuk dana abadi. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan Tri Dharma kampus.


Mobil Pintar Tanpa Kemudi Siap Layani Mahasiswa di Kampus ITS

41 hari lalu

Mobil Pintar Tanpa Kemudi Siap Layani Mahasiswa di Kampus ITS

ITS kini memiliki moda transportasi publik bertenaga listrik di lingkungan kampus. Mobil pintar tanpa kemudi ini telah resmi beroperasi di kampus.


Identik dengan Perpeloncoan dan Kekerasan, Berikut Sejarah Ospek

43 hari lalu

Identik dengan Perpeloncoan dan Kekerasan, Berikut Sejarah Ospek

Ospek atau orientasi studi dan pengenalan lingkungan kampus sudah ada sejak lama. Berikut sejarah ospek dari masa ke masa hingga masuk ke Indonesia.


Pameran Harteknas Pertemukan Bus Listrik UI, Gesits, GATe UGM

45 hari lalu

Pameran Harteknas Pertemukan Bus Listrik UI, Gesits, GATe UGM

Pameran inovasi unggulan perguruan tinggi ini digelar di Kemendikbudristek sebagai puncak peringatan Harteknas ke-27.