160 Pendaki Gunung Merapi Telah Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Merapi setelah bereupsi usai terjadi letusan freatik yang terlihat dari desa Donoharjo, dekat Yogyakarta, 11 Mei 2018. Letusan yang terjadi di Gunung Merapi adalah freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan. REUTERS/Dwi Oblo

    Gunung Merapi setelah bereupsi usai terjadi letusan freatik yang terlihat dari desa Donoharjo, dekat Yogyakarta, 11 Mei 2018. Letusan yang terjadi di Gunung Merapi adalah freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan. REUTERS/Dwi Oblo

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua pendaki Gunung Merapi sudah dievakuasi turun melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali. "Sampai pukul 15.15, dari jumlah total 160 pendaki, semuanya sudah turun dalam kondisi selamat," kata Kepala Kepolisian Resor Boyolali Ajun Komisaris Aries Andhi pada Jumat sore, 11 Mei 2018.

    Dari 160 pendaki tersebut, Aries mengatakan, hanya ada sekitar delapan orang yang mengalami luka ringan, seperti lecet dan memar. Luka ringan itu diduga akibat terpeleset atau jatuh saat mereka tergesa turun setelah mengetahui adanya letusan freatik pada pagi tadi. "Mereka sudah mendapat penanganan dari tim kesehatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali," kata Aries.

    Baca juga: Warga Lereng Gunung Merapi Sempat Panik Saat Erupsi Freatik

    Petugas Pengamat Gunung Merapi Pos Pengamatan Jrakah di wilayah Selo, Boyolali, Yulianto, mengatakan erupsi freatik yang terjadi pada pukul 07.40 bersifat normal. "Letusan tadi sifatnya temporer saja. Setelah itu, aktivitas Merapi kembali normal seperti biasa," kata Yulianto.

    Yulianto mengatakan letusan freatik tadi pagi hanya terjadi satu kali dengan durasi sekitar lima menit. Setelah itu, dari pantauan closed-circuit television CCTV, thermal, dan seismik puncak Merapi, tidak tampak adanya aktivitas susulan. Menurut dia, setelah erupsi besar Merapi pada 2010, sudah terjadi tujuh kali erupsi freatik karena adanya perubahan karakteristik gunung.

    Perubahan yang dimaksud adalah adanya kaldera atau kawah berdiameter sekitar 400 meter dan kedalaman 150 meter, juga mempunyai kubah lava yang kecil dan tidak aktif. Karena tidak punya kubah lava, pelepasan gas dari perut salah satu gunung api teraktif di Indonesia itu makin bebas, tidak tersumbat. "Pelepasan akumulasi gas itulah yang menimbulkan erupsi freatik seperti tadi pagi," kata Yulianto.

    Baca juga: Letusan Freatik, Jalur Pendakian Gunung Merapi Ditutup

    Dalam video viral saat letusan terjadi, para pendaki terlihat tengah bersantai dan memasak saat Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatiknya. Setelah letusan terjadi, dalam CCTV terlihat masih ada pendaki yang berada di Pos Pasar Bubrah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.