Selasa, 21 Agustus 2018

Polri Perhitungkan Kemungkinan Ahok Jadi Sandera Napi Teroris

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas Komando Brigade Mobile atau Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dijaga polisi menggunakan mobil barracuda dan kawat berduri saat berlangsung negosiasi antara polisi dengan teroris pasca kerusuhan di dalam Rumah Tahanan Mako Brimob, Rabu, 9 Mei 2018. Tempo/Irsyan Hasyim

    Markas Komando Brigade Mobile atau Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dijaga polisi menggunakan mobil barracuda dan kawat berduri saat berlangsung negosiasi antara polisi dengan teroris pasca kerusuhan di dalam Rumah Tahanan Mako Brimob, Rabu, 9 Mei 2018. Tempo/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih berada di Rumah Tahanan Mako Brimob. Polisi memperhitungkan kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera Ahok.

    "(Ahok) masih di Rutan (Mako Brimob)," kata Setya di Jakarta, Kamis, 10 Mei 2018.

    Baca: Anggota Densus 88 yang Disandera di Mako Brimob Dibebaskan

    Setya menuturkan kepolisian memperhitungkan kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera Ahok seusai terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Setya tak menyebutkan kondisi Ahok seusai kerusuhan di Mako Brimob yang menewaskan lima anggota Polri. Ia hanya menuturkan bahwa Ahok tidak berada di blok yang memicu awal terjadinya kerusuhan kelompok narapidana kasus terorisme tersebut.

    Menurut Setyo, situasi di Rutan Mako Brimob dalam kondisi aman dan terkendali. Tim negosiator telah membebaskan Brigadir Kepala Iwan Sarjana yang sebelumnya disandera. Tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah mengirimkan makanan kepada narapidana teroris.

    Baca: Mako Brimob Rusuh, Polisi: Sel Ahok Terpisah dari Blok Teroris

    Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggota Brimob, lima di antaranya telah gugur. Kelima polisi yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob itu adalah Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas. (*)

    Lihat juga video: Menolak Jadi Dokter, Pemuda Ini Malah Jadi Raja Kafe


     

     

    Lihat Juga