Prabowo dan Fadli Zon Nobar Film 212 The Power of Love

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bersama wakilnya Fadli Zon nonton bersama film 212 The Power of Love di bioskop Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bersama wakilnya Fadli Zon nonton bersama film 212 The Power of Love di bioskop Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama wakilnya Fadli Zon ikut menonton bersama film 212 The Power of Love di bioskop Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta pada Selasa, 8 Mei 2018. Prabowo hadir sekitar pukul 15.30 dengan mengenakan kemeja putih.

    Selain Prabowo, turut hadir penulis Helvy Tiana Rosa, Syahrini, Fauzi Baadilah dan sejumlah artis lainnya. Helvy mengatakan film 212 hanya bisa tayang di 80 bioskop dari sekitar 2.100 bioskop di seluruh Indonesia. "Harus disosialisasikam film ini, agar banyak yang nonton," kata Helvy sebelum film dimulai.

    Baca: Sandiaga Sebut Hanya Ada 2 Calon di Pilpres, Jokowi dan Prabowo

    Helvy pun mengimbau aktivis 212 dua bisa menonton film ini. Bahkan, ia ingin agar film 212 bisa mengalahkan film Dilan 1990 yang mendapatkan 6 juta lebih penonton. "Kami harap 7 juta umat yang ikut aksi damai 212 dua nonton film ini. Film ini banyak muatan positifnya," ujarnya.

    Penyanyi Syahrini yang hadir dalam pemutaran itu pun mengatakan bakal membantu untuk melobi agar film 212 bisa tayang di seluruh bioskop tanah air. "Nanti saya akan bilang ke yang punya (bioskop). Nanti saya bantu sosialisasikan biar bisa cetar," ujarnya.

    Baca: Sutradara Tegaskan Film 212 The Power of Love Bebas dari Politik

    Prabowo tampak menikmati film ini di bangku VIP studio 2 Epicentrum XXI, bersama Fadli Zon.

    Film 212 The Power of Love bercerita tentang seorang ayah dan anaknya yang bertikai namun akhirnya berdamai dalam aksi damai 212. Sutradara film 212, Jastis Arimba mengatakan dirinya bersemangat membuat film dengan latar belakang aksi damai 212 karena sebagaimerasa memiliki terhadap peristiwa tersebut. Ia menilai, peristiwa aksi damai 212 merupakan peristiwa sejarah yang penting untuk diabadikan. Jastis juga membantah ada kaitan film ini dengan persoalan politik.

    Baca: Prabowo: Menangkan Gus Ipul, Presiden Belakangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.