Para Sekjen Partai Pendukung Jokowi Bertemu Sekretaris Kabinet

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto dalam rapat koordinasi nasional ketiga bidang kemaritiman di kantor lama DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 8 April 2018. Tempo / Friski Riana

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto dalam rapat koordinasi nasional ketiga bidang kemaritiman di kantor lama DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 8 April 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Para sekretaris jenderal partai pengusung Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 bertemu dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Senin siang, 7 Mei 2018. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan pertemuan tersebut merupakan kegiatan koordinasi.

    “Suasana pertemuan sangat akrab dan diawali dengan makan siang dengan menu ala Indonesia, seperti soto ayam, pecel, nasi liwet, dan minuman kelapa muda dan kopi khas Nusantara," katanya melalui keterangan tertulis pada Senin, 7 Mei 2018.

    Baca: Relawan #2019GantiPresiden Deklarasi, Relawan Jokowi Tak Diam

    Menurut Hasto, para sekjen yang hadir berasal dari PDIP, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Perindo, serta Partai Solidaritas Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, para sekjen partai mendengarkan penjelasan dari Pramono mengenai berbagai program dan pencapaian pemerintahan Jokowi.

    Hasto menjelaskan, banyak hal yang sudah dilakukan Jokowi, seperti mengatasi berbagai kesenjangan sosial, menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, membangun dari pinggiran, memperkuat wilayah perbatasan, perbaikan iklim investasi, hingga pembangunan infrastruktur secara masif. "Karena itulah kami berikan kepada para sekjen terhadap apa-apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK," ucapnya.

    Baca: Voxpol Prediksi Pilpres 2019 Diikuti Tiga Calon dan Dua Putaran

    Menurut Hasto, penjelasan Pramono itu ditanggapi secara positif untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi politik antara presiden dan parpol pengusung. “Kritik yang ditujukan kepada Presiden Jokowi selama ini lebih banyak karena faktor ketidaktahuan terhadap keberhasilan pemerintah dan ada juga sebagai motif politik untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi," ujarnya.

    Pertemuan semacam ini pun, kata Hasto, akan makin diintensifkan, sekaligus sebagai dukungan terhadap langkah dialog yang dilakukan Jokowi. "Koordinasi tersebut sangat penting sebagai pemantapan komunikasi politik guna menghadirkan kepemimpinan Presiden Jokowi di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.