Jokowi Lantik Salman Al Farisi Jadi Dubes RI untuk Afrika Selatan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN di Island Ballroom, Hotel Shangri-La, Singapura, 28 April 2018. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN di Island Ballroom, Hotel Shangri-La, Singapura, 28 April 2018. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Salman Al Farisi sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan merangkap Kerajaan Lesotho, Kerajaan Swaziland, dan Republik Botswana berkedudukan di Pretoria. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

    Pelantikan Salman berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 76 P 2018 tentang Pengangkatan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI.

    Baca: Usai Dilantik Jokowi, Anggota KPPU Ungkap Rencana Kerja

    Salman mengatakan prioritas utamanya setelah resmi menjadi duta besar adalah menjalankan arahan Presiden terkait dengan diplomasi ekonomi. "Diplomasi ekonomi menjadi penting karena pada dasarnya kami sudah mempunyai dasar-dasar hubungan strategis yang sangat kuat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

    Salman menuturkan Afrika Selatan merupakan salah satu dari sedikit negara yang tingkat kemitraannya dengan Indonesia ada pada posisi comprehensive partnership.

    Baca: Jokowi Diminta Turun Tangan Selidiki Penembakan Warga NTT

    Menurut Salman, Indonesia menguasai 30 persen pasar minyak kelapa sawit di Afrika Selatan. Jumlah ini adalah yang tertinggi dibanding negara lain. Selain itu, kerja sama antara Indonesia dan Afrika Selatan bisa masuk ke sektor farmasi. Salman menjelaskan, dua negara ini memiliki kekuatan signifikan di bidang farmasi.

    "Dan negara-negara Afrika yang sedang tumbuh itu membutuhkan obat-obatan yang sangat besar. Termasuk dalam hal ini vaksin. Indonesia sangat bagus, sangat maju di bidang industri vaksin," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.