Di KTT ASEAN, Jokowi Singgung Bocornya Data Pengguna Facebook

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri Rapat Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-32 ASEAN di The Istana Singapura, 27 April 2018. Foto: Istimewa

    Presiden Joko Widodo menghadiri Rapat Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-32 ASEAN di The Istana Singapura, 27 April 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyinggung soal data pengguna Facebook yang bocor dalam pidatonya di Rapat Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-32 ASEAN, di The Istana Singapura, Jumat, 27 April 2018. Jokowi mengajak negara-negara ASEAN untuk bekerja sama di bidang keamanan siber.

    Jokowi mengajak para pemimpin negara ASEAN untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan siber di era teknologi digital ini. "Di ASEAN kita perlu memastikan kerangka kerja sama di bidang keamanan siber juga memuat pelindungan data pribadi. Untuk itu kerja sama siber merupakan keharusan," katanya dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Sabtu, 28 April 2018.

    Baca: Jokowi Bertemu Presiden Baru Myanmar Win Myint di Singapura

    Kewaspadaan serangan siber itu diperlukan sejalan adanya inisiatif ASEAN Smart Cities Network (ASCN) untuk menjawab tantangan masalah perkotaan yang kompleks dengan dukungan teknologi dan inovasi. Jokowi menjelaskan pengembangan ASCN perlu mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masing-masing kota serta kearifan lokal. ASCN harus berorientasi pula pada peningkatan layanan publik dan memberikan perhatian pada masyarakat untuk berinovasi.

    Jokowi menuturkan potensi ASEAN di bidang e-commerce sangat besar. Pada 2025 pengguna internet ASEAN diprediksi meningkat 3 kali lipat menjadi 600 juta. "Pembelanjaan e-commerce diproyeksikan mencapai hampir US$ 90 miliar dan total ekonomi berbasis internet akan mencapai US$ 200 miliar," ucap Jokowi.

    Baca: Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT ASEAN di Singapura

    Dalam pidatonya itu, Jokowi menyampaikan pula bahwa Indonesia kini tengah mengembangkan Gerakan Menuju 100 Smart Cities yang mendorong penggunaan teknologi untuk memajukan kota, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan terpercaya. Namun, ujar Jokowi, kota pintar itu tidak terpaku pada penggunaan teknologi atau pembangunan fisik saja.

    "Yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat membangun pola pikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik," ucap Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.