Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT ASEAN di Singapura

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo tiba di Singapura, Jumat, 27 April 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo tiba di Singapura, Jumat, 27 April 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Singapura. Pesawat Kepresidenan yang membawanya mendarat di Bandara Internasional Changi, Singapura pada Jumat, 27 April 2018 pukul 16.25 Waktu Setempat atau sekitar 15.25 WIB.

    Kedatangan Jokowi ke Singapura kali ini dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN. Sebelumnya Jokowi dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan.

    Baca: Jokowi Lebih Banyak Manggut-manggut saat Bertemu Ulama PA 212

    Salah satunya adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Persatuan Myanmar Win Myint. Pertemuan itu akan digelar di Ruang Bilateral 1, Hotel Shangri-La, Singapura.

    "Setelahnya, Presiden Jokowi juga akan menghadiri jamuan santap malam yang digelar Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, untuk para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN, di The Istana, Singapura," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin seperti dilansir dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 27 April 2018.

    Baca: Adakan Ratas, Jokowi Minta Laporan Pengelolaan Dana Haji

    Kedatangan Jokowi di Singapura disambut sejumlah pejabat kedua negara, baik Indonesia maupun Singapura. Di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Negara Senior Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Republik Singapura Mohamad Maliki Bin Osman, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, serta Atase Pertahanan KBRI Singapura Kolonel. Pnb. Tjahya Elang Migdiawan.

    Di tempatnya bermalam, Jokowi disambut dua putra dan putri Indonesia berpakaian adat. Keduanya memberikan bunga sebagai ucapan selamat datang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.