Fadli Zon Optimistis Gerindra, PKS dan PAN Berkoalisi di Pilpres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dampingi Presiden PKS Sohibul Iman, saat dicegat wartawan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dampingi Presiden PKS Sohibul Iman, saat dicegat wartawan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meyakini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak akan berpaling. Dia optimistis partai itu akan mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

    "Kami memiliki cita-cita yang sama untuk membawa Indonesia lebih baik, lebih sejahtera, dengan cara yang saya kira juga lebih rasional dan tepat daripada yang sekarang," kata Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta pada Jumat, 27 April 2018.

    Baca: Kata Gerindra Soal Jokowi Jalin Komunikasi dengan PKS

    Fadli menuturkan Gerindra selalu membuka komunikasi dengan PKS, termasuk soal nama pendamping Prabowo yang akan diajukan oleh PKS. "Tapi sekarang mereka sendiri belum ada satu keputusan. Nanti kami duduk bersama," ujarnya.

    Gerindra juga menghargai apapun proses pemilihan di internal PKS, termasuk berkaitan dengan pertemuan antara PKS dengan Joko Widodo yang terjadi beberapa waktu lalu. Pertemuan PKS dan Jokowi diungkapkan sendiri oleh Jokowi.

    Baca: Fadli Zon: Sayup-sayup Terdengar Aher Bakal Jadi Cawapres Prabowo

    Fadli tetap yakin pada akhirnya PKS akan bergabung dengan Gerindra. "Kami sangat yakin peta yang berubah itu tetap saya kira kami akan bersama-sama," ujarnya.

    Selain dengan PKS, Fadli Zon optimistis Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dengan kubunya. Dia mengatakan persyaratan yang mengikuti terbentuknya koalisi ketiga partai itu bisa diatur untuk terwujud.

    Namun hingga kini Fadli mengaku belum ada negosiasi resmi. Gerindra masih menunggu proses internal di masing-masing partai seperti rapat kerja dan pimpinan nasional. "Tapi kalau dialog secara informal dan personal antara elit pimpinan kan sudah berlangsung cukup lama. Chemistry-nya sudah ketemu. Sudah ada persenyawaan kalau dalam kimia. Lebih cocok," kata dia.

    Baca: Elektabilitas Prabowo Turun, Fadli Zon: Nanti Lihat Saja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.