Susi Pudjiastuti Diyakini Tak Tergiur Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri), menumpang perahu karet untuk meninjau lokasi keramba ikan saat peresmian Keramba Jaring Apung atau

    Presiden Jokowi (kanan) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri), menumpang perahu karet untuk meninjau lokasi keramba ikan saat peresmian Keramba Jaring Apung atau "offshore" di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Pangandaran, 24 April 2018. Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menjelaskan, dua per tiga atau 70 persen wilayah Indonesia adalah perairan. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, JakartaSusi Pudjiastuti diyakini tidak tergiur menjadi cawapres walaupun Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut telah mendapatkan dukungan dari relawan untuk berduet dengan Joko Widodo.

    “Jangan mau dipaksa orang. Apa yang dia kerjakan ini saja sudah bagus,” kata mantan Utusan Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan Harbrinderjit Singh Dillon usai konferensi pers Maklumat Akal Sehat di Jakarta, Rabu 25 April 2018

    Dillon mengaku telah mengikuti sepak terjang Susi sejak memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2014. Menurutnya, perempuan asal Pangandaran itu memiki komitmen tinggi membangun dunia kelautan dan perikanan dari pinggiran.

    BACA: Jokowi Sindir Susi Mau Jadi Cawapres karena Beri Perintah Menteri

    “Apa yang dia kerjakan selama ini saja sudah bagus. Saya juga yakin kalau tak jadi menteri pun akan tetap bisa memberikan sumbangsih sebagai pengusaha nasional,” ujar Dillon.

    Sebelumnya, sekelompok aktivis pemuda dan mahasiswa yang meyebut diri Relawan JOSS mendeklarasikan Menteri Susi sebagai kandidat bakal calon wapres 2019-2024 pendamping Joko Widodo.

    Koordinator Nasional Relawan JOSS (Jokowi-Susi Pudjiastuti) Akbar Setiawan mengatakan pembentukan kelompoknya tidak dikomunikasikan dengan Menteri Susi. Dia hanya berharap pemilik maskapai Susi Air itu bisa menerima apabila rakyat menghendakinya sebagai tandem Jokowi.

    Sementara itu, Menteri Susi pun mengaku tidak pernah mengetahui pembentukan Relawan JOSS. Bahkan, ketika deklarasi berlangsung dia tengah berada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

    “Anak-anak muda mimpi di siang hari,” kata Susi ketika dimintai tanggapan lewat pesan singkat, Senin 23 April 2018 malam.

    Jikapun Susi menerima pencalonan, ada ganjalan yang menghadangnya berlaga di Pilpres 2019. Pasalnya, UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum mencantumkan syarat capres dan cawapres mesti berpendidikan minimal sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat. Sebagaimana diketahui, Susi hanya menggondol ijazah sekolah menengah pertama (SMP) karena tidak menamatkan pendidikan SMA-nya.

    Meski demikian, Akbar Setiawan mengatakan JOSS siap menggugat norma syarat pendidikan capres dan cawapres ke Mahkamah Konstitusi. Namun, relawan ingin lebih dahulu memperoleh kesediaan Menteri Susi Pudjiastutisebagai cawapres baru kemudian memohonkan uji materi UU Pemilu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.