Sandiaga Uno Pastikan Prabowo Subianto Terima Mandat Jadi Capres

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan keterangan pers mengenai hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di DPP Partai Gerindra, Jakarta, 19 April 2017. ANTARA FOTO

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan keterangan pers mengenai hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di DPP Partai Gerindra, Jakarta, 19 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sandiaga Uno, Ketua Tim Pemenangan Pemilihan Presiden Partai Gerakan Indonesia Raya, menampik kabar bahwa ada peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto batal maju dalam kontestasi pilpres 2019.

    Apalagi kader partai berlambang burung garuda tersebut telah memberikan mandat kepada Prabowo untuk maju sebagai calon presiden saat pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, beberapa pekan lalu.

    Baca: Prabowo Sulit Imbangi Jokowi, Gatot Nurmantyo Menakutkan

    "Mandat itu sudah diterima dan tidak diperdebatkan lagi. Dari kami, Pak Prabowo sudah diberi kepercayaan full oleh Partai Gerindra. Ini menentukan arah ke depan," ucapnya, Sabtu, 21 April 2018.

    Menurut dia, fokus pembangunan ekonomi dan pemerintahan bersih tak layak dicederai oleh Prabowo dan Partai Gerindra.

    Baca: PKS Ragu Prabowo Maju, Tiket Capres untuk Gatot Nurmantyo?

    "Saya yakin Pak Prabowo mengerti apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Momentum ini semakin menggelinding bahwa harapan masyarakat adalah pemerintahan baru yang berfokus pada percepatan pembangunan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Sebelumnya, Sandi menemui Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy pada Kamis, 19 April 2018. Dia mengaku pertemuan tersebut membahas pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.