PKS Ragu Prabowo Maju, Tiket Capres untuk Gatot Nurmantyo?

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mendeklarasikan dirinya maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Meski begitu, pengumuman itu belum membuat politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS)—partai yang menjadi mitra koalisi—nyaman. PKS ternyata masih ragu Prabowo sungguh-sungguh maju.

    "Kalau saya, tidak mungkin Prabowo maju. Saya punya analisis tiket itu akan diberikan ke orang lain," kata Nasir Jamil, politikus PKS, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

    BACA: Prabowo Sulit Imbangi Jokowi, Gatot Nurmantyo Menakutkan

    Urung majunya Prabowo dalam pilpres 2019 bukan tanpa alasan. Menurut Nasir, biaya dan logistik pilpres yang besar membuat Prabowo tak maju sebagai calon presiden. "Saya punya firasat Prabowo tidak akan maju, dia akan memberikan tiket itu ke orang lain," ucapnya, menandaskan lagi.

    Infografis: Pilpres 2019, Empat Lembaga Survei Melansir Elektabilitas Prabowo Subianto

    Lantas, siapa sosok yang disebut Nasir? Salah satu kandidatnya adalah Gatot Nurmantyo. Peluang Jenderal Gatot mendapat tiket maju dalam pilpres dari PKS dan Gerindra cukup tinggi.

    BACA: Survei: Elektabilitas Jokowi Teratas, Prabowo dan Gatot Menyusul

    Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan pencalonan Prabowo bisa berubah. "Selama itu belum didaftarkan, peluang itu masih tetap ada dan pengalaman selama ini begitu saja," kata Hidayat. Meski begitu, ia menyerahkan keputusan soal calon presiden pada Gerindra.

    Hidayat menambahkan, belum ada yang pasti bagi calon-calon yang terbelah menjadi dua poros, Prabowo dan Joko Widodo, untuk maju dalam pilpres. "Prabowo belum menyatakan saya maju sebagai calon presiden. Beliau mengatakan 'kalau diberikan mandat, saya siap', tapi beliau belum mengatakan saya siap sebagai calon presiden," ujarnya.

    Simak Juga: Survei Elektabilitas Gatot Nurmantyo Versi Indobarometer

    Lihat juga video webseries: Cita-cita 'Tak Jelas' Pendiri Anomali Coffee yang Sukses Bikin 11 Kafe



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.