Sohibul: Utusan SBY Tawarkan Poros ke-3 ke PKS

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat temu jumpa dengan wartawan media nasional di gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, 19 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat temu jumpa dengan wartawan media nasional di gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, 19 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengatakan diminta oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY untuk bertemu membahas Pemilu 2019. Undangan disampaikan pertama kali pada Jumat pekan lalu saat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan menghubungi Sohibul.

    Semula, kata Sohibul, ia menawarkan bertemu Ahad kemarin namun SBY tidak bisa. "Nah direncanakan Senin, Selasa, Rabu-nya. Alhamdulillah Selasa pak Sjarif –Sjarifuddin Hasan-- diutus pak SBY ketemu saya di sini (Kantor DPP PKS)," katanya di Kantor DPP PKS, Jalan TB. Simatupang, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

    BACA: Yusril Sebut Potensi Poros Ketiga di Pilpres 2019 Minim, Kenapa?

    Ia menuturkan dalam pertemuan itu Partai Demokrat menyampaikan opsi memunculkan poros ketiga di pemilihan presiden 2019. "Pak Sjarif katakan semua pembicaraan mau disampaikan ke SBY dan akan di-follow up. SBY mau ketemu saya. Saya tunggu saja," tutur Sohibul.

    Sohibul berujar PKS menilai rencana pembentukan poros ketiga adalah hal yang bagus. Pasalnya jika pemilihan presiden 2019 hanya diikuti oleh dua pasangan calon bisa menimbulkan segregasi sosial di kalangan masyarakat. "Intinya kami ideal tidak satu pasang. Lebih dari satu," kata dia.

    Menurut Sohibul, kemunculan poros ketiga masih memungkinkan. Syaratnya tercapai kesepakatan di antara lima partai yang belum menyatakan bergabung dengan calon inkumben Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa. "Intinya lima partai ini kalau disepakati bisa bikin dua poros," ucapnya.

    Sohibul berujar pertemuan dengan Partai Demokrat yang dipimpin SBY, yang membahas soal poros ketiga, bukan berarti ancaman ke Partai Gerindra untuk memilih kader PKS sebagai pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. "Kami tidak begitu. Kami buka semua peluang. Lebih banyak pasangan calon lebih baik," ucap Sohibul.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.