Minggu, 22 April 2018

DPR Tetapkan Tumpahan Minyak di Balikpapan Kejadian Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangkai pesut yang mati akibat tumpahan minyak tergeletak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 2 April 2018.  Kebakaran sempat terjadi saat upaya membersihkan tumpahan minyak di tengah laut pada 31 Maret 2018 lalu. Imeida Tandrin/REUTERS IMAGE

    Bangkai pesut yang mati akibat tumpahan minyak tergeletak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 2 April 2018. Kebakaran sempat terjadi saat upaya membersihkan tumpahan minyak di tengah laut pada 31 Maret 2018 lalu. Imeida Tandrin/REUTERS IMAGE

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan kasus tumpahan minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan kejadian luar biasa.

    Penetapan status itu disampaikan Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu saat rapat kerja dengan PT Pertamina (Persero), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Senin, 16 April 2018. "Kita melihat ini sesuatu kejadian luar biasa yang rasanya tidak boleh terulang lagi," kata kata Gus usai rapat kerja.

    Baca: Tumpahan Minyak di Balikpapan, TNI AL Beberkan Temuan Lain

    Menurut Gus Irawan ada tiga alasan yang mendasari kasus itu sebagai kejadian luar biasa. Pertama, timbul korban jiwa akibat kebocoran minyak itu. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat ada lima korban jiwa hingga saat ini.

    Kedua, minyak telah mencemari lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan luas tumpahan minyak mencapai 13 ribu hektare. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, lapisan minyak masih ditemukan di perairan, tiang, dan kolong rumah pasang surut penduduk di lima daerah, yakni Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Hulu, Kelurahan Kampung Baru Hilir, Kelurahan Kariangau, dan Kecamatan Balikpapan Barat.

    Simak: Pertamina Sediakan Pipa Pengganti yang Putus di Balikpapan

    Adapun alasan ketiga, kebocoran terjadi di obyek vital. Padahal, kata Gus Irawan, obyek vital seharusnya mendapat pengawasan ketat. "Tapi ternyata kejadian," ujarnya.

    Tumpahan minyak mentah terjadi di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018. Kebocoran minyak terjadi diduga akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke kilang Balikpapan.

    Pipa yang dipasang pada 1998 itu putus dan bergeser sekitar 120 meter dari posisi awalnya. Penyebab pipa patah mengarah pada kapal MV Ever Judger. Jangkar kapal seberat 12 ton diduga tersangkut di pipa, lalu menggaruknya hingga patah.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.