Senin, 17 Desember 2018

Survei: Muhaimin Iskandar Paling Cocok Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menunjukkan kaus #Ganti Wakil Presiden 2019 saat meluncurkan Posko Join di Kantor DPC PKB Lumajang, 15 April 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menunjukkan kaus #Ganti Wakil Presiden 2019 saat meluncurkan Posko Join di Kantor DPC PKB Lumajang, 15 April 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei yang dikeluarkan Media Survei Nusantara (Median) menempatkan Muhaimin Iskandar sebagai tokoh yang paling cocok mendampingi Joko Widodo dalam pilpres 2019.

    Alasannya, kata Direktur Riset Median Sudarto, para pendukung Muhaimin akan memilih Jokowi bila Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu dipilih menjadi calon wakil presiden. "Yang pertama adalah Muhaimin Iskandar karena 100 persen orang yang mengaku pilih Muhaimin bersedia memilih Jokowi," kata Sudarto selepas merilis hasil survei elektabilitas kandidat di daerah Cikini, Jakarta Pusat pada Senin, 16 April 2018.

    Baca: Muhaimin Iskandar Nilai Ucapan Amien Rais Panaskan Tensi Politik

    Selain Muhaimin, ada dua nama yang berdasarkan survei, cocok mendampingi Jokowi, yaitu Hary Tanoesoedibjo dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Berdasarkan survei, sebanyak 66,7 persen pendukung Hary Tanoe bakal memilih Jokowi bila Ketua Umum Partai Perindo itu jadi cawapres.

    Sementara, apabila AHY menjadi cawapres, ada 52,8 persen konstituen putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu akan menyumbang suara untuk Jokowi.

    Berdasarkan analisa Sudarto, tingginya suara pendukung Muhaimin untuk Jokowi disebabkan bekas Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu memang sudah seratus persen di kubu Jokowi dan telah setia sejak lama. "Dia juga berupaya memperkenalkan diri sebagai cawapres dengan baligho dan metode lainnya," kata dia.

    Baca: Muhaimin Iskandar: Posisi Jokowi sebagai Capres Aman Kalau Join

    Sementara dua calon potensial lainnya hingga kini belum berupaya mendeklarasikan diri baik sebagai capres maupun cawapres. "Plus Demokrat masih menimbang-nimbang mau ke Jokowi atau ke Prabowo," kata Sudarto.

    Selain itu, dalam hasil simulasi Median dengan tiga pasangan calon yaitu Jokowi, Prabowo Subianto, dan AHY, pasangan calon Joko Widodo-Muhaimin Iskandar meraup elektabilitas tinggi dengan 41,3 persen. Angka tersebut paling tinggi ketimbang Jokowi-Hary Tanoe (40,2 persen) dan Jokowi-Wiranto (39 persen).

    Sementara, dalam simulasi dua pasangan calon Jokowi melawan Prabowo, pilihan Jokowi-Muhaimin kembali menghasilkan elektabilitas tertinggi dengan 41,9 persen. Angka itu terbaik dibanding Jokowi-Hary Tanoe (41,8 persen) dan Jokowi-AHY (41,5 persen).

    Median melakukan survei dengan sampel 1.200 responden warga yang memiliki hak pilih. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling serta proporsional atas populasi di provinsi dan gender. Adapun kontrol kualitas dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

    Baca: Forum Ustazah Deklarasi Dukung Gatot Nurmantyo-Muhaimin Iskandar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".